Pantai Licin Kabupaten Malang

Diposting pada
Foto By @guidemalang

Lokasi: Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kec. Ampelgading, Kab. Malang, Jawa Timur 65183
Map: Klik Disini
HTM: Rp.5.000 per Orang
Buka Tutup: 24 Jam

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk ke Pantai Licin sendiri dibanderol hanya sekitar 5 ribu saja per orang.

Meski harga tiket murah, soal keindahan pemandangan yang disuguhkan tidak kalah dari pantai-pantai ternama.

Foto By @muhammad_soerya_ady

Potensi Alam

Bukan tanpa alasan jika Malang diprediksi bakal mampu bersaing dengan Bali, Jogja dan Lombok di sektor pariwisata.

Selain karena keseriusan Pemerintah Kabupaten Malang serta tingginya kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam menggerakkan dunia pariwisata, juga karena potensi alam yang dimiliki “Kota Apel” ini.

Dengan sejumlah objek wisata yang saat ini sudah terkelola dengan baik saja, Malang sudah mampu menyedot jutaan wisatawan setiap tahunnya, bahkan para turis dari mancanegara.

Padahal masih ada puluhan tempat wisata lainnya di Malang yang masih belum diberdayakan, salah satunya destinasi wisata baharinya.

Padahal keindahan bahari yang ada di Malang tidak kalah eksotis dari sejumlah pantai di Bali, Lombok dan Raja Ampat.

Tercatat sebanyak lebih dari 39 pantai yang membentang di sepanjang Pesisir Pantai Selatan wilayah Malang Selatan.

Mulai dari Kecamatan Sumbermanjing Kulon sampai Ampelgading dengan garis pantai sepanjang 102,5 km, sebagian besar masih perawan atau kalaupun sudah dikelola masih belum maksimal.

Beberapa pantai yang memiliki keindahan luar biasa tersebut diantaranya adalah Pantai Goa China, Bajulmati, Wonorogo, Jembatan Panjang dan Lengoksono.

Selain itu masih ada Pantai Modangan, Perawan Sidoasri, Bantol, Pantai Rawa Indah, Tenger, Batu Bengkung, dan masih banyak lagi yang lainnya, termasuk Pantai Licin.

Foto By @mega_sri

Mendengar kata “Licin” yang menjadi identitas pantai, ingatan banyak orang biasanya akan tertuju pada Kota Batu Licin yang merupakan ibukota Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalsel.

Namun pantai ini tidak ada hubungannya dengan kota tersebut karena lokasinya memang berada di provinsi Jatim.

Jika membuka peta atau mengakses google map, alamat lokasi dari Pantai Licin masuk ke dalam wilayah administratif Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kab Malang.

Pantai dengan letak tersembunyi ini pernah dijadikan tempat pelaksanaan perkemahan dunia pada tahun 1978 lewat event PW Asia Pasifik serta Comdeca yang digelar di tahun 1993.

Namun sayang event kelas dunia tersebut masih belum menggerakkan perhatian pemerintah saat itu, sehingga akses jalan dan fasilitasnya tidak mengalami perubahan sama sekali setelah puluhan tahun lamanya.

Tahun 2016 lalu, melalui Musrenbang(Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Pemkab Malang, pihak Kec.Ampelgading mengajukan anggaran untuk membangun jalan menuju Pantai Licin yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Usulan tersebut membuat pengajuan anggaran yang disodorkan kec.Ampelgading menjadi yang tertinggi dibanding kecamatan lain, yakni sejumlah Rp.49,94 Milyar.

Namun karena baru sebatas usulan, maka hingga kini kondisi jalan menuju Pantai Licin masih belum mengalami perubahan, sehingga keindahannya pun tidak terlalu dikenal orang.

Rute Menuju Lokasi

Foto By @ahmed25_al.ali

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum meluncur ke Pantai Licin, diantaranya tekad kuat, fisik sehat, motor prima serta perbekalan yang cukup.

Dan yang paling penting jangan lupa membawa denah, karena di beberapa area tidak tercover jaringan internet sehingga tidak memungkinkan untuk membuka google map.

Satu-satunya kendaraan yang dapat digunakan untuk berkunjung ke Pantai Licin adalah sepeda motor, sebab kondisi jalan yang ekstrim dan sempit tidak memungkinkan untuk dilewati mobil.

Jika mobil pribadi saja tidak dapat dipacu menuju Pantai Licin, sudah barang tentu tidak ada satupun sarana transportasi umum yang menuju ke lokasi.

Perjalanan dari Malang kota menuju Pantai Licin diawali dengan menuju kearah Kecamatan Dampit diteruskan ke Kecamatan Tirtoyuda.

Kemudian lanjut ke Kecamatan Ampelgading yang dikenal dengan istilah Wilayah Amstirdam(Ampelgading, Tirtoyuda dan Dampit).

Sesampai di Ampelgading lanjutkan perjalanan menuju ke Desa Tamansari, saat bertemu dengan pertigaan Sumberejo, belok menuju ke arah Desa Lebakharjo.

Dimulai dari Desa Lebakharjo hingga tiba di lokasi Pantai licin inilah medan berat yang akan Anda lalui dengan jarak sejauh 17 km.

Foto By @whiempy

Beratnya medan yang harus ditempuh disebabkan karena kondisi jalan penuh dengan tanjakan dan tikungan, bahkan dengan kemiringan hingga 80 derajat.

Lebih parah lagi, jalan tersebut sangat sempit yang hanya cukup untuk dilewati satu mobil.

Jika terpaksa harus berpapasan dengan motor, maka salah satu harus menepi, sebab jika tidak, risikonya sangat besar, karena di sebelah kiri jalan terhampar jurang yang curam.

Sementara di sisi kanan terdapat sebuah tebing bebatuan besar hasil letusan Gunung Semeru, karena lokasi Dusun Licin memang hanya berjarak sekitar 75 km dari Gunung Semeru.

Jalan yang terbentang antara Desa Lebakharjo, Tempursari dan Dusun Licin, sebagian sudah ada yang diaspal bahkan dicor.

Namun kondisinya masih saja sulit untuk dilewati. Terlebih jalannya masih berupa tanah, sangat licin saat dilewati, sehingga tidak sedikit pengendara motor yang jatuh terpeleset.

Foto By @nugrahenydw

Setelah perkampungan di Dusun Licin terlewati, tantangan masih belum usai, bahkan semakin berat, karena jalan yang menghubungkan Dusun Licin dengan kawasan pantai justru lebih sempit dibanding sebelumnya.

Selain itu, jalanan juga diapit oleh jurang yang membentang di sisi sebelah kanan dan sungai dari aliran lahar Gunung Semeru di bagian kiri.

Dengan melihat medannya, usahakan untuk tidak berkunjung ke Pantai Licin pada musim hujan, karena jalan yang terjal dan sangat licin sangat berisiko bagi keselamatan Anda.

Daya Tarik

Pantai Licin memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki pantai-pantai yang lain.

Salah satu daya tarik dari bahari ini adalah pasirnya berwarna hitam, tidak seperti di pantai pada umumnya yang berwarna putih atau coklat.

Pasir hitam tersebut bentuknya sangat halus dan lembut, sehingga saat berjalan di atasnya tidak perlu menggunakan alas kaki.

Pasir di Pantai Licin pada awalnya sebenarnya berwarna putih, karena itu spot tersebut dulu sempat dijuluki Pantai Pasir Putih.

Namun setelah Gunung Semeru meletus sekitar tahun 1960an, warna pasir di pantai ini berubah menjadi hitam.

Perubahan warna pasir tersebut disebabkan karena erupsi dari letusan Gunung Semeru, materialnya dibawa oleh aliran Sungai Gidik yang bermuara di sebelah Timur pantai.

Selanjutnya material dari Gunung Semeru tersebut tersapu oleh ombak dan tersebar merata di seluruh kawasan pantai.

Selain hamparan pasir hitam, keindahan Pantai Licin tersaji lewat bukit-bukit karang di kawasan pesisir dan di kawasan perairan yang jaraknya cukup jauh dari pantai.

Keberadaan bukit-bukit karang di kawasan perairan itulah yang membuat besarnya ombak Samudera Hindia terlebih dahulu dipecah di tengah laut sebelum sampai di pesisir pantai.

Foto By @nugrahenydw

Karena itu, meski Pantai Licin merupakan bagian dari Pesisir Pantai Selatan, namun ombak di pantai ini cukup bersahabat serta aman untuk dipakai mandi ataupun berenang.

Pengunjung juga dapat menyaksikan aktifitas para nelayan dan masyarakat setempat yang hilir mudik mencari ikan, baik di tengah laut lepas dengan menggunakan perahu, maupun memancing di kawasan pantai.

Aktifitas para nelayan ini tentunya menarik jika diabadikan dalam bahasa gambar ataupun foto-foto.

Pada saat berkunjung ke Pantai Licin, jangan lupa untuk membawa peralatan camping dan menikmati malam di alam terbuka.

Foto By @putra.setyoo

Ada 3 alasan yang membuat Anda harus bermalam di kawasan pantai, pertama karena di tempat wisata ini tidak ada penginapan.

Kedua terlalu berat jika harus melakukan perjalanan pulang-pergi mengingat medan yang ekstrim.

Dan ketiga agar dapat menikmati indahnya sunrise di Pantai Licin yang keindahannya sangat menakjubkan.

Karena itu, begitu bangun pagi, segera siapkan kamera dan sambut terbitnya fajar dengan jepretan untuk menghasilkan foto-foto yang indah.

Sejarah Asal Usul

Foto By @ayubi22

Mengupas tentang sejarah dan asal-usul nama Pantai Licin, tidak bisa lepas dari peristiwa meletusnya Gunung Semeru pada tahun 1960-an.

Dampak pertama dari letusan tersebut adalah berubahnya warna pasir dari putih menjadi hitam.

Dampak kedua kawasan pantai dan area perkampungan yang dulunya hutan lebat dipenuhi dengan lumut, karena tidak ada manusia menempati kawasan tersebut.

Keberadaan lumut-lumut itulah yang membuat daerah ini menjdai sangat licin saat dilewati.

Sehingga ketika mulai didatangi manusia, mereka yang menempati area perkampungan untuk pertama kalinya memberi identitas dengan nama Dusun Licin, begitu juga dengan pantainya.

Foto By @whiempy

Selain sejarah tentang asal-usul nama Pantai Licin, tidak ada mitos dan cerita misteri yang berkaitan dengan tempat ini, meskipun spot tersebut merupakan bagian dari Pesisir Pantai Selatan.

Hal tersebut besar kemungkinan karena pantai ini merupakan tempat wisata baru dan masih jarang dikunjungi wisatawan, sehingga tidak banyak kisah tentang Pantai Licin yang disebarkan dari mulut ke mulut.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

2 thoughts on “Pantai Licin Kabupaten Malang

  1. Terima kasih sebelumnya, karena dengan adanya tulisan oleh Saudara Agus K ini sedikit banyak sudah membantu publikasi wisata pantai Licin. Pantai nan indah ini terletak di dusun Licin (Lebaksari), desa Lebakharjo, kecamatan Ampelgading, kabupaten Malang. Sampai saat ini masih belum banyak yang mengunjungi bahkan mengetahui pantai tersebut. Untuk saat ini terdapat jalur alternatif untuk menuju pantai tersebut yaitu melewati jembatan aliran lahar Semeru yang menghubungkan dengan kabupaten Lumajang. Jadi bisa lewat Lumajang untuk sampai di pantai Licin dengan medan yang tidak terlalu berat dibandingkan lewat bukit-bukit terjal. Untuk jarak tempuhnya hampir sama. Kebetulan saya sekarang lagi KKN di desa Lebakharjo dan ingin mengenalkan pantai Licin dengan pesonanya nan indah kepada khalayak. Salah satu alasannya karena pengolahan pantai Licin masih minin dan masih banyak hal yang perlu dicarikan solusi untuk kedepannya agar pantai Licin sama dengan pantai lainnya di kabupaten Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.