Pulau Gili Labak Madura

Diposting pada
Foto By @exploremadura

Lokasi: Jalan Pulau Gili Labak, Kombang, Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69481
Map: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka Tutup: 07.00 – 18.00
Telepon: 0328 667148

JejakPiknik.com Indonesia merupakan negara kepulauan. Dan banyak gugusan pulau yang bisa dikunjungi untuk melihat keunikan dan sisi menarik dari Bumi Nusantara ini.

Dari Sabang sampai Merauke, terdapat banyak pulau-pulau kecil mulai dari yang berpenghuni hingga kosong tanpa tuan.

Pulau-pulau yang berpenghuni ini memiliki pesona dan juga sisi lain yang siap memanjakan para wisatawan terutama wisatawan asing yang ingin mengenal lebih dalam tentang Indonesia. Salah satunya adalah Pulau Gili Lebak di Madura.

Mengenal Gili Lebak

Foto By @exploremadura

Pulau Gili Labak merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di dekat Madura. Pulau ini menjadi incaran para wisatawan terutama para backpacker yang ingin melakukan open trip untuk melihat lebih dalam mengenai keindahan Indonesia.

Di pulau Gili Labak ini para turis bisa melihat keindahan panorama pantai dan juga laut yang indah nan mempesona.

Pulau Gili Lebak ini terkenal dengan keindahan pasir putih dan juga warna biru laut jernih dan bersih. Belum lagi suara desiran ombak yang cukup tenang sebagai backsound yang sangat indah.

Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa Gili bukan hanya ada di pulau Lombok saja, namun juga di daerah lain.

Dan di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Sumenep, Madura ini ternyata terdapat banyak Gili. Dan salah satunya yang cukup terkenal namanya adalah pulau Gili Labak.

Pulau ini terletak di sebelah timur paling ujung dari pulau Madura. Dan menjadi tempat wisata yang sangat indah di Jawa Timur.

Meski sudah cukup terkenal di kalangan backpacker, akan tetapi belum banyak para wisatawan atau turis yang berkunjungi ke sini.

Untuk para turis, ternyata masih sedikit yang mengetahui jika Sumenep Madura ini menyajikan keindahan pulau gili mempesona dan juga menawan.

Pulau ini dulunya bernama pulau tikus, hal tersebut disebabkan banyaknya sarang tikus, namun kemudian berubah menjadi Pulau Gili Labak karena memiliki keindahan dan eksotisme alam mempesona.

Alasan lain kenapa diganti namanya adalah disebabkan pelafalannya lebih mudah untuk rakyat di Pulau Madura.

Tidak salah jika para backpacker mengakui keindahan Gili Labak. Meskipun hanya sebuah pulau kecil yang berada di sekitar Selat Madura, akan tetapi pulau ini mampu memberikan eksotisme dan rasa kagum yang luar biasa.

Gili Labak jika dilihat dari kejauhan seperti benda besar yang terapung di tengah lautan dan samudra.

Sementara di sekelilingnya terdapat garis putih memanjang dan juga mengitari sekitar pantai. Garis yang merupakan pasir pantai inilah menjadi salah satu pesona dari pulau Gili Labak.

Akses Ke Lokasi

Foto By @exploremadura

Pulau ini berada di tengah-tengah lautan. Praktis membuat akses atau rute menuju ke lokasi sedikit memakan waktu.

Meski berada di tengah laut, pulau Gili Labak sudah bisa diakses melalui teknologi Google Map. Peta atau denah menuju ke pulau ini bisa diunduh atau dilihat di aplikasi tersebut dengan mudah.

Rata-rata perjalanan untuk menuju ke pulau yang terletak di Jawa Timur atau East Java ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam. Dan perjalanan dilakukan dari pelabuhan Kalianget.

Pelabuhan ini terletak di sebelah timur tepatnya di bagian ujung dari pulau Madura. Letak dari pulau tersebut memang tersembunyi.

Meski begitu tetap saja akses menuju ke sana bisa dilalui dengan mudah walau harus memakan waktu.

Luas pulau dari Gili Labak ini sendiri hanya sekitar seukuran lapangan bola. Praktis jika mencarinya di peta atau atlas, tentu saja tidak akan ketemu. Aplikasi google map yang bisa membantu.

Perjalanan menuju ke Gili Labak ini bisa menggunakan bus dari Terminal Bungurasih, Surabaya ibukota Jawa Timur menuju ke kabupaten Sumenep. Tidak perlu khawatir kehabisan bis.

Pasalnya jadwal keberangkatannya hampir setiap jam. Sehingga bus selalu tersedia. Perjalanan ini akan berakhir di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Setelah itu para wisatawan bisa sewa kapal PP Kalianget-Gili Labak sekitar Rp. 350.000.

Kapal ini akan memuat sekitar 15 orang. Dan harga ini masih bisa ditawar. Tergantung kepandaian menawar saja.

Selain melewati pelabuhan Kalianget, para turis bisa juga melewati Pelabuhan Tanjung yang terletak di Kecamatan Saronggi. Biasanya jalur ini digunakan para travelling, backpacker dan juga jurnalis.

Pelabuhan Tanjung letaknya sekitar 2 kilometer sebelum memasuki Kota Sumenep. Rute ini akan melewati Desa Tanjung yang melalui pertigaan Pasar Saronggi. Dari pusat kota Surabaya, ambil jalur kanan.

Foto By @gililabak.id

Kota Tanjung adalah kampung pesisir yang hampir semua masyarakatnya merupakan nelayan dan petani rumput laut.

Tidak heran jika di sepanjang perjalanan menuju Gili Labak para wisatawan bisa melihat para masyarakat menjemur rumput laut.

Jika cuaca normal, biasanya rute Tanjung -Gili Labak akan ditempuh selama 1,5 jam. Sementara untuk Kalianget-Gili Labak akan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Berbeda 1 jam dari kedua pelabuhan.

Tidak heran jika biaya sewa kapal di pelabuhan Tanjung ini lebih mahal. Wajar saja jika para backpacker yang ingin berhemat berangkat dari Kalianget.

Perbedaan harga bisa mencapai setengahnya. Dan perhitungan biaya sewa di sini tidak berdasarkan hitungan jarak tempuh melainkan bobot kapal.

Jika kapal dengan berat 10 ton, biaya harga sewa bisa mencapai 800 ribu hingga 1 juta untuk 1 kapal.

Sementara untuk kapal dengan bobot 15 ton, harga sewa bisa diatas Rp 1 bahkan bisa mencapai 1,5 juta. Dan bisa menampung sekitar 60 orang. Hitungan ini dari pelabuhan Tanjung.

Sementara dari pelabuhan Kalianget menuju ke Gili Labak sendiri biaya sewa jauh lebih murah. Seperti yang disebutkan bahwa harga bisa sampai setengahnya.

Di Pelabuhan Kalianget ini harga per kapal mencapai Rp 500 ribu sekali berangkat. Dan bobot kapal tentu saja jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kapal nelayan Tanjung.

Hal ini yang membuat kapal-kapal di Kalianget jauh lebih murah dibandingkan dengan di Pelabuhan Tanjung.

Rute Menuju Lokasi

Foto By @gililabak.id

Ada beberapa alternatif rute yang bisa digunakan untuk menuju ke Gili Labak ini. Pelabuhan Kalianget ini menjadi salah satu rute yang kerap digunakan.

Selain harga murah, ternyata letaknya yang juga cukup strategis dapat memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi salah satu kawasan wisata alam yang indah ini.

Adapun rute ini akan berangkat dari jantung kota Sumenep yang memiliki jarak sekitar 10 km.

Ketika sampai di pelabuhan, para wisatawan bisa mencari perahu dan juga menyewa guna berlayar ke pulau Gili Labak.

Apalagi sekarang ini sudah banyak jasa tour atau open trip yang bisa menyiapkan perahu dan juga mengantarkan ke Gili Labak.

Bahkan sudah banyak jasa tur 2D1N di website-website hingga forum seperti Kaskus yang siap membantu para backpacker

Rute kedua yang juga bisa diakses adalah melalui Desa Lobuk, yakni salah satu desa yang memiliki pelabuhan atau dermaga kecil yang biasa digunakan untuk kapal berlabuh.

Dan tidak heran jika para backpacker yang sudah hafal dengan rute ini, kadang memiliki desa Lobuk untuk membawa mereka menuju ke pulau Gili.

Bukan hanya akses ke Gili Labak, untuk menuju Gili Genting hingga Gili Raja juga bisa dilalui dari Desa Lobuk tersebut.

Sekarang ini dermaga Desa Lobuk sudah mulai ramai dikunjungi. Pasalnya banyak para pengunjung yang akan menuju ke Gili Labak memilih rute tersebut.

Alasannya adalah para wisatawan yang berasal dari luar Kota Sumenep jauh lebih dekat melewati rute ini jika harus dibandingkan dengan akses atau rute lain.

Foto By @eirini_styles

Para wisatawan ketika memasuki Kabupaten Sumenep bisa langsung belok kanan yang dari pertigaan Bluto.

Dari pertigaan ini bisa melanjutkan perjalanan ke arah timur yang akan mengantarkan para turis ini ke dermaga atau pelabuhan mini di sana.

Dan sudah banyak pilihan kapal yang bisa digunakan untuk menuju ke Labak. Apalagi kapal ini bisa ditawar. Jika datangan dengan rombongan, tentu akan jauh lebih murah.

Sementara rute lain adalah Tanjung Saronggi. Rute menuju Gili Labak melalui Saronggi juga menjadi pilihan para turis. Perjalanan dari pertigaan Saronggi ini dilanjutkan menuju ke arah timur.

Nanti para wisatawan bisa menemukan pantai. Di pantai ini juga terdapat dermaga atau pelabuhan kecil yang menyediakan berbagai jenis kapal yang bisa disewa dengan mudah.

Rute alternatif lainnya adalah melewati Desa Kombang, yakni sebuah daerah di kecamatan Talango yang juga memiliki jalur sama seperti ke Kalianget.

Hanya saja perbedaanya jika dari Kalianget para turis harus melewati Talango terlebih dulu melewati jalan darat yang siap mengantarkan ke Kombang.

Di Desa Kombang para wisatawan bisa memesan perahu dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan rute lainnya.

Ada 4 rute yang bisa dilalui oleh para wisatawan guna menuju ke Gili Labak. Dan perjalanan dari ke 4 rute ini akan memakan waktu yang sama yaitu sekitar 2-3 jam.

Akan tetapi perlu diingat, perjalanan ditentukan oleh cuaca dan angin. Jika kondisinya tidak bersahabat, tentu saja perjalanan menuju ke Gili Labak akan memakan waktu yang lama. Pasalnya para nelayan menunggu cuaca lebih reda.

Pasalnya kapal yang digunakan bukanlah kapal besar, melainkan kapal nelayan. Praktis cuaca dan angin cukup mempengaruhi.

Sementara untuk mendapatkan harga yang murah, disarankan untuk datang beramai-ramai atau rombongan sekitar 8 – 10 orang.

Karena pada umumnya harga akan jauh lebih murah jika datang beramai-ramai dibandingkan dengan per orang.

Keindahan

Foto By @tripindonesia_arthenistravel

Tidak heran jika para wisatawan tertarik dengan Gili Labak. Pasalnya di sini terdapat bentangan pasir putih serta lautan biru yang sangat indah.

Belum lagi dengan tambahan suara debur ombak, otomatis membuat suasana semakin disini semakin tambah eksotis.

Uniknya lagi ombak di gili ini tidak terlalu besar dan kontur pantai sangat landai. Sehingga membuat Pulau Gili Labak ini sangat pas untuk dikunjungi ketika musim liburan tiba.

Gili Labak memiliki pasir putih halus yang menjadi primadona utama. Sementara sekitar 50 meter sebelum sampai di area bibir pantai, dari kejauhan para wisatawan bisa melihat beningnya air laut dan indahnya pulau.

Ditambah lagi selama perjalanan para turis bisa menikmati dan melihat gugusan terumbu karang yang berwarna-warni dan berpadu-padan dengan ikan-ikan hias yang indah.

Aktifitas Menarik

Foto By @_meizda

Setelah sampai di Gili Labak, para wisatawan bisa menikmati beragam aktifitas yang dijamin akan menyenangkan.

Salah satu aktifitas yang bisa dilakukan wisatawan di sini adalah berenang ataupun mandi di sekitar bibir pantai.

Ombaknya yang tidak terlalu deras serta kontur yang landai, membuat para wisatawan bisa berenang dengan santai.

Akan tetapi jangan berenang terlalu ke tengah. Pasalnya area tengah kontur dari pantai sudah cukup dalam.

Pulau Gili Labak ini ternyata menjadi salah satu spot favorit bagi para wisatawan yang hobi dan gemar untuk snorkling.

Sebab di sini, para wisatawan bisa melihat keindahan alam bawah laut yang indah dan eksotis dari Gili Labak ini.

Di sini para turis bisa melihat deretan terumbu karang dan juga ikan-ikan hias yang berwarna-warni dan indah. Akan tetapi peralatan snorkeling harus dibawa sendiri. Pasalnya tidak ada persewaan snorkeling di Gili Lebak.

Senada dengan diving. Para wisatawan harus membawa peralatan sendiri. Tidak tersedianya fasilitas peralatan menjadi salah satu hal yang kurang di kawasan wisata ini.

Bagi yang gemar dengan aktivitas dunia diving, Gili Labak bisa menjadi salah satu tempat yang pas.

Di sini kita bisa melihat atau mengunjungi beberapa titik terumbu karang serta aneka biota laut yang sangat indah dan siap memanjakan para wisatawan.

Foto By @hendiksetyo

Kegiatan lain yang bisa dilakukan di sana adalah bersantai atau berjemur di sekitar bibir pantai. Tentu saja berjemur sembari menikmati keindahan alam di Gili Labak menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Di sini para wisatawan bisa mengabadikan foto, gambar hingga video yang menggambarkan keindahan Gili Labak Beach tersebut.

Sejarah Singkat

Gili Labak ini memiliki cerita sejarah yang cukup kental. Tentu saja masih ada cerita-cerita misteri dan mitos yang menyelimuti Gili Labak ini.

Dahulu kala dan jauh sebelumnya, masyarakat sekitar menyebut Gili Labak ini dengan nama Pulau Tikus.

Pulau ini memiliki luas sekitar 5 hektar dan bisa dilalui dengan berjalan kaki mengelilingi atau mengitari semua Gili Labak ini. Dan hanya butuh waktu sekitar 30 menit.

Pulau ini dihuni sekitar 35 kepala keluarga. Setelah mengalami perbaikan di beberapa sektor, pulau ini berubah nama menjadi Gili Labak yang disebabkan namanya mudah dilafalkan.

Fasilitas

Foto By @taufiqsm_

Pulau Gili Labak ini lokasi dan letaknya sendiri secara teoritis berada di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sementara untuk fasilitas dan juga akomodasi di Pulau Gili Labak ini memang masih jarang dan juga masih minim.

Seperti yang disebutkan diawal bahwa peralatan untuk snorkeling dan juga diving harus dibawa sendiri.

Selain itu di Gili Labak ini tidak menyediakan warung makan dan juga penginapan seperti hotel, resort ataupun villa.

Meski sudah memasuki tahun 2021, fasilitasnya masih cukup minim. Praktis para wisatawan harus membawa makanan dan juga kebutuhan sendiri.

Untuk penginapan sendiri para wisatawan harus menginap di Kabupaten Sumenep yang tidak jauh dari Gili Labak.

Disarankan untuk mengunjungi Gili Labak ini sejak pagi hari. Sehingga pada sore para turis sudah bisa kembali ke Sumenep atau Madura.

Tips Mengunjungi

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika ingin mengunjungi Gili Labak ini. Berangkatlah dari Surabaya sejak malam hari.

Hal tersebut tentunya untuk memudahkan para pengunjung agar sampai di pulau Gili Labak pada pagi hari.

Bawa semua peralatan yang dibutuhkan di sana. Dengan minimnya fasilitas, tentu saja akan membuat para wisatawan harus membawa sendiri peralatannya. Disarankan untuk mengunjungi Gili Labak rombongan untuk menghemat biaya sewa perahu.

Jika sendirian, harus mencari teman di perjalanan atau pelabuhan agar biaya sewa perahu akan jauh lebih murah.

Jika ingin kembali ke Sumenep, disarankan siang menuju sore para wisatawan sudah harus berada di kapal. Pasalnya perahu nelayan tidak akan melayani di malam hari.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

5 thoughts on “Pulau Gili Labak Madura

  1. Kalo dari surabaya ke gililabak…utk mobilnya ditaruh dimn..trus utk biaya penyebrangannya itu pulang pergi apa sekali jalan..

    1. Terima kasih sekali koreksinya. Sudah kami revisi Pak. Hanya 1 kata tadi yg salah ketik 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.