Kalau Sudah Malam Hari, Ada Apa Saja di Kawasan Simpang Lima Semarang?

Diposting pada
gambar by detik.com

Lokasi: Pleburan, Semarang Selatan, Jawa Tengah 50241
Map: Klik Disini
Buka Tutup:
24 Jam
HTM:
Gratis
Telepon:
024 3513366 Atau 024 5683216

Ada Apa Saja

Kawasan Simpang Lima adalah ikon dari kota Semarang karena banyak orang yang berbicara tentang ibukota propinsi Jawa Tengah ini, pasti yang paling pertama disebut adalah Simpang Lima.

Karena bagaimanapun juga, dari sinilah jantungnya kota Semarang dan segala aktifitas kota serta kegiatan hiburan banyak diawali dari kawasan yang masuk dalam kecamatan Selatan ini.

Serunya Wisata Malam, Foto: bonvoyagejogja.com

Di tengah-tengah Simpang Lima terdapat tanah luas yang dinamakan Lapangan Pancasila dan biasa digunakan sebagai tempat upacara pada hari-hari Nasional.

Lapangan Pancasila juga sering digunakan sebagi tempat konser musik dan juga pagelaran seni budaya serta event lainnya.

Keramaian terbesar di Simpang Lima terjadi pada saat malam pergantian tahun dan msyarakat Semarang ingin menikmati malam tahun baru di tempat yang menjadi ikon utama kota Semarang itu.

Ketika Sabtu sore dan malam minggu sampai Minggu pagi, lapangan ini juga digunakan sebagai pasar tiban atau pasar dadakan dari para penjual berasal dari berbagai wilayah yang menawarkan macam-macam kebutuhan untuk masyarakat Semarang.

Setiap minggu pagi banyak sekali masyarakat yang jogging dan bersepeda di kawasan Simpang Lima karena saat itu adalah Car Free Day (CFD) yang dimulai pada jam 06.00-09.00 dari kawasan selatan sampai wilayah barat di toko buku Gramedia di jalan Pangandaran.

Barang-barang yang dijual sebagian besar berupa pakaian baru dan ada pula pakaian second impor seperti jas, jaket dan sebagainya dengan harga yang murah. Seluruh lapangan dipadati para pedagang dan jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Selain itu, terdapat pula lapangan basket dan lapangan voli di sebelah selatan yang biasa dimanfaatkan para remaja setiap pagi dan sore.

Lapangan olahraga tersebut setidaknya menjadi pelipur lara krena dahulu pernah ada gedung GOR di sebelah utara yang sekarang telah berubah menjadi Mal Ciputra.

Kemudahan Akses, Foto: semarangplus.com

Suasana pada siang hari terkesan biasa seperti pusat kota pada umumnya dengan hilir mudik kendaraan pribadi dan angkutan umum serta para pejalan kaki.

Malam Hari

Namun saat malam hari tiba, suasana di kawasan Simpang Lima sangat luar biasa dan termasuk salah satu kota metropolitan di Jawa Tengah.

Di kawasan alun-alun, banyak sekali warung makan yang berdampingan menjual makanan khas Semarang di trotoar seberang jalan lapangan.

Ketika malam minggu, kawasan Simpang Lima sangat ramai orang-orang yang jalan-jalan di sekitar lapangan. Banyak anak-anak muda, pria dan wanita serta banyak pula para pengunjung yang sudah berkeluarga mengajak anak-anaknya.

Tentu saja lapangan Simpang Lima banjir manusia yang sedang menikmati malam minggu.

Banyak sekali fasilitas hiburan yang ada di Lapangan Pancasila tersebut seperti pagelaran musik yang dimainkan oleh kelompok musik lokal. Ada juga permainan catur 3 langkah mati dengan membayar 5 ribu rupiah dan bisa mendapatkan 2 bungkus rokok jika menang.

Ada juga fasilitas perosotan untuk bermain anak-anak kecil. Selain itu, pemandangan lapangan juga sangat indah dengan banyaknya lampu sorot di setiap sudut yang membuat pohon-pohon serta taman menjadi sangat jelas.

Menikmati Wisata Malam, Foto: detik.com

Biasanya para pengunjung membawa tikar sebagai alas atau duduk di kursi yang ada di sekitar lapangan untuk bersantai sambil menikmati suasana yang ada di Simpang Lima.

Karena pemandangan di sekitar lapangan ini sangat indah, banyak pengunjung yang memaanfatkannya untuk kegiatan selfi atau mengambil foto sebagai koleksi pribadi atau untuk di share lewat media sosial.

Selain itu, ada juga penyewaan sepeda, kereta kayuh serta odong-odong bagi anak-anak dan remaja. Sepeda dan odong-odong dilengkapi dengan lampu LED agar terang dan menarik.

Bentuk lampu pada sepeda bermacam-macam, ada yang terdapat pada body dan ada pula yang terdapat pada bagian depan dan belakang sepeda.

Sedangkan model sepeda juga bermacam-macam, ada sepeda roda dua dan ada pula yang beroda tiga. Para pengunjung bisa menggunakan sepeda dengan membayar tarif sewa sekitar 35 ribu untuk mengelilingi seluruh kawasan alun-alun.

Sepeda tersebut diperbolehkan untuk dikendarai dalam area trotoar sehingga tidak menyebabkan kemacetan di jalan raya.

Tidak hanya malam minggu saja, setiap malam juga ramai dikunjungi masyarakat yang berjalan kaki melewati lapangan atau sekedar nongkrong di area sekitar lapangan.

Salah satu lokasi yang disenangi para pengunjung adalah tulisan besar Simpang Lima yang dinamakan Giant Letter Sign.

Tulisan tersebut sangat terang karena dihiasi lampu LED sehingga menambah keindahan di kawasan tersebut. Tulisan besar yang terang ini dibuat sejak tahun 2015 dan menjadi ikon alun-alun Simpang Lima Semarang.

Wajib Dikunjungi, Foto: ngadem.com

Kawasan Simpang Lima merupakan wilayah yang banyak dikunjungi masyarakat Semarang karena banyak sekali mall, hotel, restoran, bioskop dan ada pula sebuah Masjid di seberang barat lapangan.

Semua kebutuhan masyarakat tersedia di kawasan Simpang Lima sehingga pada malam hari tidak pernah sepi dan menjadi tujuan utama bagi warga Semarang untuk berbelanja ataupun mencoba kuliner yang ada di sana.

Mall-mall yang ada di kawasan Simpang Lima seperti Citraland dan Matahari Plaza Simpang Lima juga selalu ramai sejak siang hari sampai malam.

Matahari plaza tidak seperti dulu yang menjual banyak kebutuhan masyarakat, namun sekarang lebih banyak menyediakan stan-stan yang disewakan. Banyak sekali wirausaha yang menyewa stan untuk menjual pakaian, handphone serta barang elektronik lainnya.

Pada tahun 2014 lalu, pernah terjadi kebakaran di sebuah stan toko elektronik di lantai 2. Untung saja kebakaran terjadi ketika para pedagang belum pulang, sehingga api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke stan lainnya.

Berita kebakaran tersebut langsung tersebar kemana-mana, di koran dan radio lokal.

Salah satu toko elektronik terbesar yang menyewa stan di Matahari plaza adalah Erafone. Perusahaan elektronik ini ingin memamerkan produk-produknya kepada pengunjung mall.

Selain itu, Erafone juga membuat situs e-commerce yang khusus untuk menjual barang-barang elektronik dan digital seperti handphone, kamera, cctv, drone dan lainnya.

Perusahaan ayam goreng California Fried Chicken (CFC) juga membuka stan dan mencoba menawarkan makanan kepada pengunjung mall.

Sedangkan di sebelah timur gedung Plaza Simpang Lima, terdapat sebuah bangunan yang digunakan sebagai kantor XL center salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

image by instagram.com/mitha_munawar

Salah satu yang membuat Kawasan Simpang lima menjadi ramai adalah sebagai jalur pusat kota yang memudahkan kendaraan untuk mengambil jalan menuju beberapa tempat di Semarang.

Jika memulai perjalanan dari Simpang Lima, maka akses pemotongan jalan akan lebih cepat dan bisa mengambil rute ke segala arah yang menghubungkan jalan ke beberapa wilayah di Semarang.

Ada lima jalan yang menuju ke arah Simpang Lima, dari arah barat ada jalan Pandanaran sebagai jalan tembus sampai bundaran Tugu Muda.

Sedangkan di arah barat laut, depan Masjid Baiturrahman terdapat jalan Gajah Mada yang menuju ke arah pasar Johar dan kawasan yang sering dijadikan mangkal para PSK.

Pada arah timur laut dan sebelah utara Matahari Plaza Simpang Lima terdapat jalan KH Ahmad Dahlan.

Untuk sebelah timur ada jalan Ahmad Yani sebagai jalan menuju kawasan Banyumanik atau arah menuju Masjid Agung.

Dan di sebelah selatan ada jalan Pahlawan dan jalan Dr.Sutomo yang menghubungkan Simpang Lima menuju Universitas Diponegoro. Denah Simpang Lima bisa dilihat dengan jelas melalui Google map dan akan lebih rinci jika melihat pada maps tahun 2020.

Tempo Dulu

Pada masa penjajahan Belanda, tepatnya sekitar tahun 1900an, kawasan Simpang Lima masih berbentuk bulak dan rawa sehingga tidak diperhatikan dan jarang dilewati.

Yang lebih ekstrem lagi, menurut cerita warga setempat bahwa di sebelah selatan kawasan tersebut terdapat kuburan Cina. Keramaian kota pada saat itu berpusat di wilayah Tugu Muda dan sekitar Pasar Johar sebagai daerah yang dekat dengan stasiun kereta api dan jalur pantura.

Sampai pada tahun 1914, pihak Belanda ingin melakukan pelebaran wilayah pembangunan menuju daerah selatan.

Dari situlah kemudian kawasan Simpang Lima mulai menjadi perhatian sebagai jalan tembus menuju Tugu Muda di sebelah barat dan arah perbukitan Siranda di sebelah selatan.

Selanjutnya pihak Belanda membuka kawasan Simpang Lima menjadi pemukiman baru sebagai gedung perkantoran dan pusat perdagangan.

Pada saat itu, orang-orang Cina sudah menjalin kerjasama dengan pihak Belanda dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Di kawasan Simpang Lima sudah banyak orang-orang Cina dan hal itu terbukti dengan adanya kuburan Cina yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Dengan jalinan kerjasama antara pihak pemerintah Belanda pada saat itu dengan orang-orang Cina, membuat kawasan Simpang Lima berkembang pesat dan menjadi pusat ekonomi dan perdagangan.

Puncak keemasannya adalah ketika pihak Belanda mengadakan pameran yang terbesar di dunia dengan membangun gedung besar sebagai tempat pameran.

Dalam pameran tersebut, tentu saja bertujuan untuk menjual barang-barang berharga yang berhasil ditemukan di bumi Nusantara. Karena itulah banyak sekali tamu yang datang dari luar negeri seperti sebagian negara-negara Eropa, Australia, Cina serta negara-negara Asia.

Pameran tersebut dinamakan Koloniale Tentoonstelling sebagai acara pesta karena pada tahun 1914, hampir semua wilayah Nusantara sudah ditaklukkan Belanda. Pameran tersebut diadakan selama satu bulan dimulai tanggal 22 Agustus sampai 22 September 1914.

Pada saat itu, keadaan benua Eropa sedang mengalami pecah perang dunia pertama dan pihak Belanda seolah-olah tidak mau turut campur dalam urusan tersebut.

Menghabiskan Malam, Foto: hellosemarang.com

Ada satu hal yang menarik dalam pameran tersebut yang menggunakan kata-kata Tentoonstelling yang membuat orang-orang Jawa menyingkatnya dengan penggalan kata Sentiling saja.

Kata sentilling akhirnya bisa lestari sampai sekarang dan digunakan masyarakat semarang ketika mengadakan pasar malam. Warga masyarakat Semarang memiliki event pasar malam dengan judul Festival Pasar Malam Sentiling yang diadakan setiap tahun dan bisa bertahan sampai sekarang.

Karena pihak Belanda mengadakan pameran tersebut selama sebulan, maka kawasan Simpang Lima menjadi pusat keramaian yang bertaraf internasional.

Kemudian semakin banyak dibangun gedung-gedung perkantoran, hotel ataupun gedung yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan penginapan. Karena itulah sampai sekarang banyak sekali bangunan hotel yang berada di sekitar kawasan Simpang Lima.

Setelah Indonesia merdeka, presiden Sukarno melihat perkembangan pesat di kawasan Simpang Lima dan segera mengambil keputusan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai alun-alun.

Pada jaman dulu, alun-alun adalah tanah lapang yang digunakan untuk berkumpul masyarakat Nusantara ketika ada hal-hal penting yang akan disampaikan pihak kerajaan atau kepentingan lainnya.

Pada awalnya, alun-alun kota Semarang berada di sekitar pasar Johar. Namun karena kawasan tersebut sudah semakin sempit oleh pelebaran pasar, akhirnya kawasan Simpang Lima dijadikan alun-alun sebagai penggantinya.

Selanjutnya kawasan Simpang Lima semakin ramai karena banyak sekali pusat perbelanjaan serta tempat penginapan dan juga menjadi jalur penghubung yang memudahkan jalan ke beberapa tempat.

Ciri-ciri sebuah alun-alun diantaranya terdapat sebuah masjid di sebelah barat dan hal itu juga direalisasikan di kawasan Simpang Lima. Pada tahun 1968, Masjid Baiturrohman resmi dibangun disebelah barat daya alun-alun tepat di sisi jalan pangandaran.

Masjid tersebut selesai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan oleh Presiden Suharto sebagai tempat ibadah dan belajar bagi umat Islam serta untuk kegiatan bersholawat.

Pada saat itu, banyak sekali pohon kelapa dan palem yang tumbuh dipinggir jalan dan kondisi lapangan juga masih sejajar dengan ruas jalan. Selain itu, masih banyak lahan kosong dan belum banyak gedung tinggi sehingga masih banyak taman-taman di sekitar jalan di kawasan Simpang Lima.

Hal ini sangat berbeda dengan kondisi zaman sekarang yang sudah sesak dengan gedung-gedung yang tinggi serta banyak reklame dan baliho sehingga pemandangan menjadi terbatas.

Menikmati Minggu Pagi, Foto: hellosemarang.com

Makanan Enak

Salah satu tujuan para pengunjung datang ke kawasan Simpang Lima antara lain untuk berburu kuliner yang ada di sekitar wilayah tersebut. Banyak sekali para penjual yang menjajakan makanan khas Semarang yang siap untuk dinikmati para pengunjung.

Banyak sekali jumlah para pedagang kuliner sehingga para pengunjung bisa memilih dengan leluasa makanan apa yang akan disantap.

Warung yang paling ramai diburu pengunjung antara lain, Nasi Goreng Ruwet, Nasi Pecel, Nasi Ayam, Seafood, tahu petis, lumpia dan kios makanan lainnya. Posisi stan warung berada di bawah atap sehingga tidak akan terkena air jika terjadi hujan sebagai food court yang dibangun pemerinta kota Semarang.

Selain itu, tempat kios sangat bersih dan rapi sehingga para pengunjung bisa menyantap makanan dengan nyaman. Dahulu, para pedagang melakukan jualan dengan menggunakan tenda kecil hingga pemkot memberikan sarana untuk berjualan yaitu kompleks pujasera.

Makanan yang banyak diburu para pengunjung dan terkenal dengan kelezatannya adalah nasi pecel mbok Sadur. Dengan menggunakan piring rotan dan wadah dari daun pisang, komposisi nasi ditaburi dengan campuran daun ubi, daun papaya, kenikir, bayam, dan kacang panjang serta tauge.

Selanjutnya racikan tersebut disiram dengan sambal kacang yang lezat dan diberikan rempeyek atau teri sebagai pelengkapnya.

Kios nasi pecel mbok Sador juga menyediakan berbagai macam lauk seperti sate telor puyuh, telur asin, sate keong, jeroan sapi, ati ampela serta kerupuk.

Banyak para pelanggan setia warung mbok Sador yang menyatakan bahwa rasa pecelnya memang sangat lezat dan pas di lidah. Mereka yang datang kebanyakan sudah cocok dengan bumbu kacang racikan mbok Sador yang memiliki cita rasa khas makanan asli Semarang tempo dulu.

Lokasi warung nasi pecel yang terkenal ini berada di sebelah selatan alun-alun Simpang Lima, tepatnya berada di jalan Pahlawan.

Jika ingin mencoba nasi pecel mbok Sador, sebaiknya datang lebih awal dari jam makan atau sebelum malam tiba. Karena jika sesudah waktu maghrib, para pengunjung harus rela untuk mengantri sebelum bisa menyantap nasi pecel tersebut.

Pada saat ramai, biasanya barisan antrian sangat panjang dan bisa menunggu sampai setengah jam hingga giliran tiba untuk mendapatkan nasi pecel.

Kuliner yang juga selalu ramai adalah warung Seafood Pak Jari yang menyediakan menu kepiting, cumi-cumi, kerang, serta berbagai jenis olahan ikan.

Warung Seafood Pak Jari memiliki racikan bumbu spesial sehingga rasa pedasnya sangat nendang di lidah. Banyak pelanggannya yang menyatakan bahwa masakan seafood Pak Jari sangat berbeda dengan warung seafood lain.

Menurut Bapak Sujari sebagai pemilik warung seafood ini menyatakan bahwa masakan andalannya adalah Srimping Saos Padang. Masakan tersebut hasil kreasi sendiri dari sang pemilik warung dan paling banyak digemari para pelanggan.

Keunikan masakan Srimping Saos Pedas adalah, bumbu masakannya yang sangat pedas, diselingi dengan kelezatan bumbu racikan khas Pak Jari yang membuat siapa saja yang menyantapnya akan menemukan sensasi kenikmatan spesial dalam rasa pedas tersebut sehingga tidak memperdulikan rasa pedasnya.

Pak Sujari juga memiliki menu lain bagi para pengunjung yang tidak menyukai masakan pedas, diantaranya adalah bumbu goreng kering, saus tiram, asam manis serta goreng mentega. Ada juga menu masakan yang dimasak dengan cara digoreng atau dibakar.

Selain masakannya yang lezat, harga satu porsi di warung seafood Pak Jari masih terjangkau karena mengambil tema warung makan dan bukanlah restoran. Lokasi warung seafood ini berada di sebelah timur alun-alun Simpang Lima dan warung seafood kedua ada di sebelah barat.

Alun-alun, Foto: tripadvisor.com

Ada lagi warung makan lainnya yang juga sangat ramai, yaitu Nasi Pecel Yu Sri yang juga perlu mengantri jika ingin merasakan satu pincuk nasi pecel yang gurih dan lezat.

Rasa bumbu kacang racikan warung ini sangat gurih dengan rasa manis dan pedas yang sangat terasa di lidah. Untuk menghindari antrian panjang, para pelanggan lebih senang datang ke warung nasi pecel Yu Sri pada sore hari sebelum maghrib karena warung sudah mulai dibuka jam 5 sore.

Ada juga para pelanggan yang datangnya agak larut malam karena nasi pecel Yu Sri tutup sampai jam 2 dini hari.

Lokasi warung Nasi Pecel Yu Sri berada di sebelah tenggara alun-alun Simpang Lima, tepatnya berada di daerah Pleburan. Kondisi warung sangat luas sehingga pengunjung bisa menikmati santapan nasi pecel dengan nyaman dan tidak berdesak-desakan.

Para pengunjung bisa menyantap satu porsi nasi pecel yang dibungkus daun pisang dengan merogoh kocek sekitar Rp.16 ribu saja.

Selain itu, ada juga sajian jajanan yang berbahan utama tahu yaitu tahu petis dan tahu gimbal. Salah satu warung yang banyak pelanggannya adalah Tahu Petis Prasojo yang lokasinya di kompleks warung Puja sera.

Tahu Petis Prasojo sudah membuka lapak di kawasan Simpang Lima sejak tahun 80-an sehingga tidak heran jika tahu petis Prasojo sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya.

Rasa tahu petis Prasojo memang lebih terasa karena petisnya dimasukkan ke dalam tahu sehingga rasa lezatnya menyatu dengan tahu yang ditambah dengan cabe rawit.

Racikan petis dari keluarga Prasojo memang berbeda dengan petis lainnya yang disajikan terpisah untuk cocolan. Petis Prasojo berwarna hitam dan lebih kental serta memiliki rasa udang dan cumi-cumi yang sangat terasa di lidah.

Tahu Petis Prasojo juga menjadi ikon jajanan khas kota Semarang yang ada di Simpang Lima.

Hotel Dekat Sini

Saat ini, kawasan alun-alun kota Semarang di kelilingi bangunan hotel dan tempat penginapan sebagai tempat beristirahat bagi wisatawan dan kaum bisnis.

Jenis hotel juga berbeda-beda ada yang berbintang 5 sampai bintang 1 serta rumah kost eksklusif yang biasa di sewa para wisatawan dan pengusaha yang ingin menginap dalam jangka waktu yang lama.

Tempat penginapan yang paling terkenal di Simpang Lima adalah Hotel Ciputra, karena bangunannya terletak diseberang jalan Simpang Lima sebelah utara.

Hotel Ciputra termasuk hotel berbintang 5 yang memiliki berbagai fasilitas restoran, mall belanja Citraland dan bioskop sebagai hiburan lainnya bagi para tamu.

Bangunan hotel yang tinggi dan megah memiliki fasilitas 200 kamar elit dengan view alu-alun Simpang Lima dan kota Semarang.

Pemandangan Dari Atas, Foto: wikipedia.org

Hotel lainnya yang memiliki view Simpang Lima adalah Hotel Kienne Louis yang berada disebelah timur lapangan Simpang Lima, tepatnya di jalan Ahmad Yani No.37.

Hotel kelas bintang 4 ini memiliki fasilitas 150 kamar dengan ruangan mewah yang nyaman digunakan untuk beristirahat. Fasilitas hotel antara lain kolam renang yang ada di lantai paling atas atau outdoor dan bisa melihat dari atas gedung ada apa saja di kawasan Simpang Lima.

Ada lagi hotel yang dekat dan letaknya di sebelah timur laut kawasan Simpang Lima, yaitu Hotel Horison. Lokasi hotel ini agak masuk ke utara di jalan KH. Ahmad Dahlan, namun masih terlihat dari jalan raya Simpang Lima.

Horison merupakan hotel kelas bintang 4 dan fasilitas kamarnya juga tidak kalah dengan hotel bintang 5 dan hanya beda tipis. Namun tidak ada fasilitas hiburan dan belanja seperti yang ada di hotel Ciputra.

Di sebelah utara hotel Horison terdapat rumah kecantikan Elisha sebagai tempat perawatan wajah dan kulit bagi para tamu hotel.

Melangkah ke utara dari hotel Horison ada satu lagi tempat penginapan yang tidak jauh letaknya yaitu Residence Simpang Lima. Konsep residence memang agak berbeda dari hotel, karena biasanya lokasi penginapan lebih menjorok ke pemukiman di sekitar kota.

Residen lebih mementingkan kenyamanan para tamu untuk beristirahat dengan tenang dan nyaman serta agak jauh dari kebisingan kota.

Lokasi Residence Simpang Lima berada di sebelah barat jalan dan tempatnya agak menjorok ke dalam dan tidak di pinggir jalan raya.

Di sekitar Hotel Horison dan Residence Simpang Lima, terdapat sebuah warung es puter Cong lik yang sangat populer di Semarang dan selalu ramai pembeli. Tentu saja es puter Cong lik perlu dicoba bagi para tamu yang menginap agar bisa merasakan minuman khas kota Semarang.

Melangkah ke utara lagi, ada sebuah hotel dengan konsep minimalis yang memiliki ruang kamar tidak lebar namun cukup mewah. Hotel ini lebih dikhususkan bagi para wisatawan yang senang melakukan travelling dan keperluannya hanya bermalam saja seperti para Backpacker atau pelancong lainnya.

Tarif harga menginap di hotel Amaris juga lebih murah dari Hotel Ciputra dan Hotel Horison serta Hotel Ibis. Sebagian besar hotel di kawasan Simpang Lima bisa dipesan melalui situs Agoda serta mengurus administrasinya.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

One thought on “Kalau Sudah Malam Hari, Ada Apa Saja di Kawasan Simpang Lima Semarang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.