Foto By @febriwarwerr

Jalan Jalan ke Curug Cigentis

Diposting pada

Lokasi: Mekarbuana, Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41362, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: Rp. 15.000 per Orang
Buka Tutup: 24 Jam
Telepon:

Ketika libur akhir pekan telah tiba, mengunjungi kawasan wisata untuk melepas penat menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan.

Apalagi jika kita berlibur ke kawasan wisata alam yang memiliki peran dan keindahan tersendiri.

Di kota Jakarta memang masih belum banyak kawasan wisata alam yang bisa dikunjungi. Meskipun sudah ada beberapa obyek wisata yang memiliki keindahan wisata seperti hutan mangrove PIK dan Ragunan.

Tidak jauh dari kota Jakarta atau lebih tepatnya Karawang, ada beberapa kawasan wisata alam yang tidak boleh terlewatkan.

Tentu saja memberikan pesona tersendiri kepada para masyarakat yang ingin rileks dan juga menenangkan pikiran.

Dengan melihat keindahan alam di sekitarnya ini tentu saja bisa memberikan keunikan serta keasyikan tersendiri.

Di Kota Industri Jawa Barat ini ada air terjun bernama Curug Cigentis yang siap menyajikan keindahan serta pesona alam indah.

Mengenal Curug

Foto By @adityaprada8990

Kawasan wisata alam Curug Cigentis ini letak lokasinya berada di kawasan Gunung Sanggabuana Karawang, Jawa Barat. Jaraknya dari pusat kota sekitar 44 km.

Air terjun incaran para wisatawan ini memang menjadi sebuah oase ditengah-tengah kota industri yang sudah cukup terkenal tersebut.

Para wisatawan bisa melihat dsebuah air terjun yang memiliki tinggi hingga 25 meter dan mempunyai air bersih nan jernih.

Selain itu di area curug itu sendiri sudah terdapat kolam yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk berendam.

Para pengunjung bisa berenang di sekitar kolam. Akan tetapi harap diperhatikan petunjuk serta area-area yang dianggap masih berbahaya.

Keindahan panorama yang disajikan di Curug Cigentis ini memang cukup indah. Ditambah lagi dengan banyaknya tanaman atau tumbuhan paku hijau ditemukan di kawasan wisata tersebut.

Suasana yang alami dan asri bisa ditemukan di sini. Hal tersebut terlihat jelas dengan suasana hutan di sekitar air terjun ini.

Mitos Cerita Legenda

Foto By @abdseptian

Kawasan wisata Curug Cigentis memang tidak lepas dari cerita mistis, mitos dan juga asal usul yang menyebar di kalangan masyarakat.

Dahulu kala kawasan hutan dan air terjun ini merupakan hutan belantara yang sangat kering serta kekurangan air.

Akan tetapi sekarang ini air terjun di Curug Cigentis mengalir deras dengan kawasan hutan yang sangat rimbun dan lebat.

Banyak cerita dan kisah legenda yang menyajikan berita bahwasanya kawasan hutan gunung Sanggabuana tempat air terjun Curug Cigentis berada, dulunya belum di aliri sungai.

Konon dikarenakan kedatangan sosok Prabu Siliwangi atau Prabu Sukma Rasa, di Curug Cigentis tersebut mulai banyak ditemukan air sehinggs membuat hutan menjadi lebat dan rimbun.

Selain itu air di sungai yang mengalir di Curug Cigentis terus mengalir deras dan tiada hentinya.

Sampai sekarang masih menjadi perdebatan mengenai siapa sosok Prabu Siliwangi yang mempunyai nama lain Prabu Sukma Rasa tersebut.

Berdasarkan cerita masyarakat serta ahli sejarah sendiri memang terjadi silang pendapat mengenai siapa sosok Prabu Siliwangi.

Ada yang berpendapat bahwa Prabu Siliwangi itu hanya milik dari Sri Baduga Maharaja.

Foto By @hendrahage

Sementara menurut pendapat ahli sejarah lainnya adalah nama Prabu Siliwangi ini merupakan gelar yang bisa digunakan oleh orang bergelar raja.

Bukan hanya milik dari Sri Baduga Maharaja yang memang mempunyai gelar yaitu Prabu Siliwangi.

Dan Prabu Sukma Rasa tidak ada dalam deretan raja yang pernah memimpin di kerajaan Padjadjaran. Sehingga masih menjadi teka-teki hingga saat ini.

Kisah lainnya yaitu ketika penyebaran Islam terjadi di Pulau Jawa. Penyebaran Islam yang dilakukan oleh Wali Songo, salah satunya adalah dengan menyinggahi kawasan Curug Cigentis tersebut.

Pada awalnya masyarakat di sekitar Curug Cigentis ini mayoritas beragama Hindu. Ketika itu para 6 orang Wali Songo meminta kepada Prabu Siliwangi untuk menyebarkan agama Islam di sekitar Curug Cigentis.

Prabu Siliwangi memberikan ijin dan membantu para wali untuk berdakwah di sekitar masyarakat Cigentis tersebut, akan tetapi ia tidak memberikan kebebasan seutuhnya.

Prabu Siliwangi menyertakan para pengawal kerajaan yang dikhususkan untuk menjadi pengawal para wali.

Para pengawal ini bertugas untuk menjaga dan memata-matai gerak-gerik para wali yang kala itu dituding hendak menjungkalkan kepemimpinannya.

Ketika itu agama yang dianut mayoritas di sekitar daerah Jawa Barat atau Sunda ini adalah Sunda Wiwitan dan bukan agama Hindu menurut ahli sejarah.

Sehingga di daerah Cigentis ini yang kala itu mayoritas beragama Hindu. Sementara Prabu Siliwangi tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut disebabkan agama Hindu bukan agama mayoritas.

Dan para pengawal yang ditugaskan memata-matai tersebut juga tidak terlalu mengekang kegiatan para wali.

Tidak ada peninggalan yang menjadi ciri khas dari era Hindu seperti candi dan juga peninggalan lainnya.

Justru yang ditemukan di kawasan wisata Curug Cigentis ini adalah batu Tumpang yang letaknya berdekatan dengan Curug Peteui, salah satu peninggalan pada zaman animis dan megalitikum.

Seperti disebutkan di awal bahwa Curug Cigentis ini kala itu merupakan daerah yang sangat kering dan tidak ada air sama sekali.

Untuk memudahkan masyarakat sekitar agar tetap hidup akhirnya para wali beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT dengan penuh kesabaran serta keikhlasan.

Akhirnya atas kekuasaan dari Allah SWT ini maka keluarlah air yang sangat deras dari sebuah batubesar.

Foto By @intn.fb

Air yang mengalir dengan deras tersebut akhirnya membentuk air terjun atau terkenal dengan istilah curug.

Tentu saja masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Curug tersebut sangat kaget dan bersuka cita.

Hal ini membuat para wali merasa kagum dan bersuka cita. Bahkanara pengawal dari Prabu Siliwangi juga sangat senang dengan adanya air yang mengalir deras di sekitar Curug Cigentis.

Bahkan dengan kejadian ini salah satu pengawal yang bernama “Nu Geulis Nyi Geuntis” akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat yang menandakan ikrarnya memeluk agama Islam.

Bahkan Nyi Geuntis ini langsung mandi di sekitar area tersebut sembari mengagungkan serta mengucapkan kalimat takbir Allahu Akbar dan langsung terjun dan berendam di curug tersebut. Oleh sebab itu curug ini diberi nama Curug Cigentis.

Legenda tersebut memang masih menjadi pembahasan hingga saat ini. Pasalnya, air yang keluar dari batu besar tersebut lokasinya berada di atas Curug Cigentis yang berdekatan dengan bibir jurang air terjun.

Menurut cerita bahwa Nyi Geuntis itu langsung terjun dari ketinggian sekitar 25 meter dketika air mengalir dengan deras. Banyak yang percaya bahwa pengawal dari Prabu Siliwangi tersebut cukup sakti.

Sayangnya bukti bahwa batu besar ini memiliki mata air yang deras tidak bisa dibuktikan hingga saat ini.

Pasalnya air yang mengalir di sekitaran Curug Cigentis ini sekarang berasal dari sungai kecil dari berbagai mata air di kaki Gunung Sangga Buana.

Mata air ini mengalir melewati tebing curam dan membentuk air terjun. Meski begitu masyarakat di sekitar Curug Cigentis ini percaya bahwa batubesar yang dimaksud adalah Gunung Sangga Buana.

Kembali ke cerita para wali tersebut, usai Nyi Geuntis Sari menyatakan diri masuk ke agama Islam, para pengawal yang lainnya juga mengikuti jejaknya. Diantaranya adalah Putri Komalasari, Melati dan Sri Dayang Sari.

Lalu ada Putri Sri Kunti, Kaling Buana dan Ibu Harum Sari serta Ibu Harum Melati. Selain itu ada Putri Malaka Mekah, Malaka Hujan, Rangga Huni, Resi Taji Malaka dan Ganda Malaka.

Serta juga Guntur Roma dan Jaka Tunda yang dipimpin oleh Kyai Bagus Sudrajat untuk memeluk agama Islam.

Jika ditelaah lebih dalam lagi, nama-nama yang disebutkan di atas lebih didominasi oleh para perempuan atau wanita.

Sebagian ahli sejarah percaya bahwasanya para pengawal yang diperintahkan oleh Prabu Siliwangi ini bukan bertujuan untuk mengawal dan memata-matai para wali.

Melainkan untuk menggoda iman dan nafsu para wali sehingga gagal menyebarkan agama Islam.

Akan tetapi kenyataan berkata lain. Inilah cerita sejarah atau dalam bahasa Sundanya adalah sasakala mengenai terbentuknya Curug Cigentis tersebut

Selain cerita mitos dan legenda, ternyata ada banyak kisah misteri yang menyelimuti Curug Cigentis ini.

Salah satunya adalah penampakan dari para penunggu dari kawasan air terjun ini. Ditambah lagi kerap terjadi tragedi di sekitaran kawasan wisata alam tersebut.

Sisi Menarik

Foto By @muvadzil.aris.setiawan

Curug Cigentis memang menjadi salah satu kawasan wisata yang menyajikan pesona indah. Tidak heran jika para wisatawan datang berkunjung ke sini untuk melihat pemandangan indah di sekitar spot tersebut.

Biasanya para pecinta dunia fotografi dan anak-anak muda senang berburu foto atau poto dan gambar pemandangan alam spot ini. Hal tersebut menjadi salah satu pesona yang ditawarkan oleh Curug Cigentis.

Selain itu, di kaki gunung Sangga Buana juga menyajikan kawasan air terjun yang sangat eksotis, bukan hanya Curug Cigentis saja.

Di sini para wisatawan juga bisa menikmati pemandangan beberapa curug laainnya seperti Curug Cipanundaan, Bandun, Cikarapyak serta Curug Cikoleangkak yang masih alami dan juga populer.

Sayangnya para wisatawan tidak boleh melihat dari dekat keindahan sejumlah curug tersebut.

Selain mengabadikan keindahan alam Curug Cigentis, para wisatawan juga bisa berkemah di sekitar hutan lindung dan area air terjun.

Di sini para pengunjung sudah bisa menemukan area camping ground yang disediakan oleh pengelola. Sayangnya, peralatan dan kebutuhan seperti tenda harus dibawa sendiri.

Di sekitar hutan lindung tersebut banyak pepohonan rindang yang bisa ditemukan. Tidak sedikit yang wisatawan sengaja membawa hammock untuk digantung diantara pepohonan.

Para pengunjung juga bisa bersantai sembari berendam dan berenang di sekitar kolam di Curug Cigentis ini.

Ketika musim kemarau area kolam memang sangat aman untuk digunakan. Akan tetapi di musim hujan aliran sungai akan sangat deras dan cukup berbahaya jika ingin berendam.

Menurut masyarakat sekitar bahwa hanya Curug Cigentis yang boleh dikunjungi oleh masyarakat umum.

Sementara curug lainnya tidak boleh dikunjungi diakibatkan takut merusak habitat alam yang masih asri dan juga alami.

Hutan rimba yang berada di sana berada di dalam pengelolaan RPH Cigunungsari BKPH Purwakarta.

Tips Berlibur

Foto By @fathur_brew

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para wisatawan ketika berlibur ke kawasan wisata Curug Cigentis tersebut.

Tentu saja tips ini bisa membuat liburan menjadi lebih menyenangkan dan juga mengasyikkan.

Salah satu tips yang bisa dilakukan ketika mengunjungi kawasan wisata alam ini jangan lupa untuk berenang dan berendam di sekitaran kolam.

Tidak perlu heran pula jika banyak para pengunjung mengabadikan foto mereka dengan berselfie dengan latar belakang air terjun yang indah.

Tentu saja mengunggah foto-foto tersebut ke media sosial bisa menjadi salah satu cara yang sangat pas.

Tips lainnya adalah dengan tetap menjaga keindahan serta kebersihan dari kawasan wisata Curug Cigentis.

Suasana yang masih asli dan asri ini jangan sampai di rusak oleh kegiatan vandalisme dari para pengunjung.

Sisa-sisa makanan dan perbekalan sebisa mungkin dibuang di tempat sampah atau dibawa pulang.

Berbicara mengenai perbekalan, disarankan untuk membawa sendiri. Sehingga tidak harus bolak-balik menuju tempat parkir yang tentu saja cukup melelahkan.

Di daerah Curug Cigentis ini tentu saja para wisatawan harus mengenakan pakaian serta alas kaki yang nyaman.

Pasalnya, perjalanan menuju ke air terjun ini mempunyai akses yang masih asri sehingga penuh dengan bebatuan serta tanah yang cukup licin jika terkena air. Apalagi banyaknya lumut yang memenuhi jalur utama.

Jangan lupa untuk merekam video selama perjalanan mengunjungi kawasan wisata Curug Cigentis ini.

Dan jangan lupa pula untuk diunggah ke media sosial serta youtube yang bisa disaksikan oleh orang banyak. Apalagi di tahun 2020 ini dunia sosmed sangat marak.

Fasilitas Yang Ada

Foto By @si__awan

Curug Cigentis tentu saja sudah menyiapkan berbagai macam fasilitas yang tentu saja bisa memanjakan para wisatawan.

Di sini para wisatawan bisa mendapatkan toilet umum yang bersih dan juga shelter mobil tempat untuk menyimpan kendaraan pribadi.

Lalu ada pula aneka penginapan murah seperti hotel, villa, hingga resort yang bisa dipilih jika ingin bermalam di sekitar kawasan wisata ini. M

asih ada pula wahana waterboom mini yang siap memanjakan para wisatawan yang datang bersama keluarga.

Di waterboom mini ini sudah ada beberapa wahana permainan air yang sangat menyenangkan dan juga menarik.

Bagi para wisatawan yang datang bersama keluarga tentu saja bisa menikmati sajian hiburan menarik di sekitar wahana tersebut.

Selain itu di sekitar Curug Cigentis ini juga bisa menjadi ajang untuk bersepeda santai atau gowes santai dengan menikmati pemandangan alam di sekitar kawasan wisata alam ini.

Fasilitas lain yang bisa ditemukan di sini adalah area outbound yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk bersenang-senang memanjakan adrenalin.

Rute Menuju Lokasi

Foto By @yudha.3007

Kawasan wisata Curug Cigentis ini letak lokasinya berada di Desa Mekar Buana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Letak kawasan wisata tersebut cukup mudah untuk diakses oleh para pengunjung. Bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum.

Para wisatawan tidak perlu merasa khawatir akan tersesat. Pasalnya sudah banyak petunjuk jalan menujukawasan wisata ini.

Bisa pula dengan menanyakan kepada masyarakat setempat atau menggunakan aplikasi Google Map yang akan menampilkan map atau peta dan denah lokasi kawasan wisata ini.

Dan tentu pula bisa mendeteksi kemacetan yang menuju ke arah kawasan wisata tersebut.

Sementara untuk harga tiket masuk atau htm ke kawasna wisata ini sendiri sangat terjangkau dan murah. Para wisatawan cukup membayar tiket sebesar 15 ribu saja.

Sementara untuk biaya parkir sendiri dikenakan tarif sebesar 7 ribu untuk mobil dan motor 5 ribu.

Ada banyak pilihan rute atau akses yang bisa digunakan untuk mengunjungi kawasan wisata alam ini. Bisa dari Bekasi, Kalimalang, Cariu Bogor, Jonggol, Jakarta, Purwakarta, Cileungsi hingga Cikarang

Jika berangkat dari pusat kota Karawang, para wisatawan bisa melalui jalur tol Cikampek yang bisa dilalui dengan melewati pintu Tol Kantor Asper.

Dari sini perjalanan dilanjutkan ke arah Parakan Badak melewati Desa Jayanti. Dari desa ini bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki dengan jarak sekitar 2 km menuju ke lokasi.

Sementara jika berangkat dari pusat Kota Cikarang Baru, para wisatawan bisa melewati area Delta Mas yang akan membawa ke arah Bendungan Cibeet.

Dari kawasan Bendungan ini para wisatawan bisa menuju ke daerah Pangkalan Loji hingga nantinya menuju ke arah Desa Jayanti.

Fto By @dodonstywn

Dari desa tersebut para pengunjung tinggal melanjutkan perjalanandengan berjalan kaki.

Sementara jika menggunakan kendaraan roda dua dari Jakarta seperti Jakarta Selatan dan Timur, para wisatawan bisa menuju ke daerah Cibubur.

Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju ke daerah Cariu hingga nanti bertemu Pasar Loji.

Dari pasar ini para wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan mengikuti papan petunjuk yang akan membawa para wisatawan ke Curug Cigentis yang akan membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

2 thoughts on “Jalan Jalan ke Curug Cigentis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.