Museum Gunung Merapi Yogyakarta

Diposting pada
Foto By @berandajogja

Lokasi: Jl. Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta 55582
Map: Klik Disini
Telepon: (0274) 896498

Harga Tiket Masuk

  • HTM : Rp.5.000 Per Orang
  • HTM Wisman : Rp.10.000 Per Orang
  • Ruang Audio Visual : Rp.5.000 Per Orang
  • Ruang Audio Visual Wisman : Rp.10.000 Per Orang

Buka Jam Berapa

Senin Tutup
Selasa 08.00–15.30
Rabu 08.00–15.30
Kamis 08.00–15.30
Jumat 08.00–14.30
Sabtu 08.00–15.30
Minggu 08.00–15.30

Tidak Bosan

Berlibur ke kota Jogja memang tidak akan pernah bosan karena banyak sekali tempat wisata yang indah dan menarik bisa ditemui di sini.

Selain terkenal dengan wisata pantai dan perbukitan, kota Gudeg juga terletak di sebelah selatan lereng Gunung Merapi sekitar 30 km.

Foto By @rommydhano

Merapi adalah salah satu gunungapi yang masih aktif sampai sekarang dan sering terjadi fenomena alam dengan mengeluarkan lava, erupsi dan juga awan panas.

Letusan terakhir Gunung Merapi terjadi pada tahun 2010 dengan menyemburkan material vulkanik serta awan panas yang meluncur sampai radius 15 km.

Fenomena alam ini menerjang Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Desa ini adalah tempat tinggal mbah Marijan, yaitu seorang juru kunci Gunung Merapi yang ditugaskan keraton Yogyakarta selama puluhan tahun.

Mbah Marijan tidak mau mengungsi karena kesetiaannya dalam menjalankan tugas sebagai juru kunci dan ingin tetap berada didalam rumahnya.

Akhirnya rumah tersebut terkena sapuan erupsi dan mbah Marijan sudah merasa ikhlas dengan apa yang akan terjadi.

Pemerintah setempat dan segenap warga serta Tim SAR bahu membahu untuk mengevakuasi rumah tersebut dan menemukan mbah Marijan sudah tidak bernyawa.

Foto By @perjalananbagus

Kejadian tersebut memang dahsyat dan bisa menjadi pengalaman bagi semua penduduk yang tinggal di lereng Merapi agar selalu berhati-hati.

Pemerintah setempat berinisiatif agar fenomena alam Gunung Merapi hendaknya bisa dijadikan pengetahuan bagi semua orang.

Dengan latar belakang itulah, maka dibangun sebuah Museum Gunung Merapi sebagai pusat pembelajaran tentang segala hal mengenai gunung tersebut.

Museum ini sebagai tempat dokumentasi dan sejarah fenomena alam yang pernah terjadi di Gunung Merapi dari masa silam sampai sekarang.

Tentu saja semua orang bisa berwisata sambil belajar mengenai seluk beluk tentang Merapi dan semua isi yang pernah dikeluarkan gunung tersebut berupa lava ataupun awan panas.

Selain itu, ada keterangan waktu kapan tahun terjadinya serta disertai foto tentang hal tersebut.

Foto By @alenkabarsya

Masih banyak lagi pengertian tentang sebab dan akibat yang akan ditimbulkan jika Gunung Merapi sampai memuntahkan isi gunung tersebut.

Ada juga foto-foto pohon dan rumah-rumah penduduk yang rusak terkena dampak dari erupsi Gunung Merapi.

Selain itu, ada pengetahuan tentang nama dan tipe letusan disertai replika gunung berapi beserta material apa saja yang terkandung dalam gunung.

Bangunan museum seperti Trapesium dan bentuknya sangat tertata sedemikian rupa serta menggunakan warna yang sama seperti puncak gunung Merapi.

Sedangkan gapura gedung sebagai pintu masuk museum, dibuat segitiga sama sisi seperti gunung dengan warna merah.

Foto By @dessisiliya29

Konstruksi bangunan museum memang sangat megah terutama interior dalam gedung sehingga bisa membuat pengunjung akan merasa betah.

Pembuatan bangunan museum sangat dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu Karakter Gunung Merapi, tradisi keraton Yogyakarta serta kebudayaan Jawa pada umumnya.

Hal ini karena berdasarkan letak dan wilayah museum serta ketiga aspek tersebut merupakan warisan leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Tentu saja museum ini sangat cocok sebagai pusat informasi untuk generasi selanjutnya sebagai penerus tradisi kearifan lokal di masa depan.

Lokasi Museum berada di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Gedung museum dibangun dilereng gunung Merapi, alamat lengkapnya di jalan Kaliurang 22 km.

Museum ini berdiri pada tanggal 1 Oktober 2009 dan mulai dibuka untuk umum pada 1 Januari 2010.

Pengembangan museum dilakukan atas kerjasama tiga institusi pemerintah, yaitu Dirjen. Geologi dan Sumber Daya Mineral, Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

Foto By @nurhayatihasanah_

Pada dasarnya pembangunan museum ini mencoba ingin meniru pemerintah Magelang yang telah sukses membangun museum Ketep sebagai wahana wisata tentang gunung berapi.

Tujuan didirikannya Museum Gunung Merapi sebagai wahana edukasi, konservasi dan Geo-wisata mengenai karakter Gunung Merapi dan ilmu bumi pada umumnya.

Yaitu dengan menghadirkan koleksi gambar serta video pengetahuan tentang gempa dan letusan gunung api sebagai pembelajaran atau makalah kepada masyarakat tentang gunung-gunung yang tersebar di dunia.

Tata Ruang

Bentuk gedung museum memang indah dan tersusun dalam 3 bangunan. Bangunan A merupakan gedung utama yang terdiri dari 2 lantai.

Foto By @alenkabarsya

Bangunan B juga terdiri dari 2 lantai, pada sisi sayap kanan dan kiri ruang utama. Bangunan C terletak di sisi belakang yang terdiri dari 2 lantai.

  1. Bangunan A

Gedung utama Museum di lantai 1 berisi koleksi pengetahuan seputar gunung berapi dan kronologi peta dunia selama berabad-abad.

Memasuki ruang utama, pengunjung akan langsung disuguhi replika Gunung Merapi yang berukuran besar terletak di tengah gedung.

Dilereng replika gunung tersebut, ada 4 tombol yang bisa dipencet dan mengeluarkan semburan api.

Tombol-tombol tersebut bertuliskan tahun 1969, 1994 dan 2006 untuk mengetahui seberapa besar semburan api berdasarkan tahunnya.

Dari ruang ini, pengunjung bisa belajar sejarah mengenai daratan bumi yang mengalami evolusi besar hingga menjadi beberapa benua karena pergeseran lempeng bumi.

Ada pula beberapa gambar peta bumi yang mengalami perubahan selama berabad-abad karena gejolak alam dari dalam bumi.

Foto By @perjalananbagus

Ternyata pergeseran lempengan bumi adalah penyebab munculnya gunung berapi diseluruh dunia.

Selain itu, ada informasi mengenai tipe letusan gunung berapi beserta nama-nama letusannya disertai dengan replika gunung serta apa saja material yang terkandung didalamnya.

Tentu saja pengunjung akan merasa puas dengan semua informasi yang disajikan karena sangat lengkap dan disertai dengan contoh-contohnya.

Selain itu ada koleksi lainnya yang masih berkaitan dengan masalah gunung berapi, seperti alat pendeteksi gunung berapi atau Seismograph yang pernah digunakan di pos gunung Merapi.

Ada juga informasi tentang beberapa gunung berapi yang ada di Indonesia seperti Gunung Krakatau, Kelud, Batur dan lainnya.

Letusan Gunung Merapi tahun 2010 memberikan banyak sekali sumbangan benda yang terkena erupsi kepada museum.

Beberapa bekas benda-benda tersebut diantaranya alat rumah tangga, motor dan benda-benda lain yang dapat menunjukkan betapa dahsyatnya letusan Merapi.

Foto By @perjalananbagus

Dilantai 2, kita akan menemukan display-display letusan Gunung Merapi yang disajikan dengan memikat. Ada dokumentasi foto gunung Merapi dari tahun 1930 sampai 2010.

Lantai 2 tersebut menyimpan sudut menarik dengan interior mirip bangunan istana negara.

Hal ini karena di ruangan ini terdapat foto-foto presiden Soekarno dan wakil presiden Muhammad Hatta, presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Megawati serta para pejabat lainnya yang pernah berkunjung ke Gunung Merapi.

  1. Bangunan B

Lantai 1 bangunan B digunakan untuk ruang perkantoran bagi para pegawai yang bekerja di museum.

Sedangkan lantai 2 dijadikan sebagai ruang auditorium dan mini theater agar para pengunjung bisa menonton film dokumenter letusan Gunung Merapi.

Untuk bisa masuk kedalam mini theater cukup membayar harga tiket masuk Rp.5.000 per orang.

  1. Bangunan C

Pada bangunan C tersedia lobi di sisi utara yang menghadap langsung ke arah Gunung Merapi agar pengunjung bisa menikmati keindahan gunung tersebut.

Selain itu, tersedia kantin bagi para pengunjung untuk berisitrahat dan melepas lelah sambil menikmati berbagai makanan dan minuman.

Akses Jalan Ke Lokasi

Foto By @perjalananbagus

Dari pusat kota, yaitu Stasiun Tugu atau Malioboro ke arah utara menuju kawasan jalan Kaliurang.

Selanjutnya mengikuti jalan Kaliurang ke arah Gunung Merapi sekitar 26 km dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam.

Sebelum sampai di gerbang utama Ngipiksari atau Banteng, belok kiri, setelah sampai di Panti Asih, banyak penunjuk arah ke lokasi Museum.

Museum tidak berada dipinggir jalan raya, namun masuk gang antara jalan Kaliurang dan jalan Boyong dan jika takut tersesat, bisa bertanya kepada warga setempat.

Halaman parkir museum sangat luas serta ada taman bermain anak-anak berupa ayunan diatas padang rumput.

Didepan museum banyak sekali warung yang menyediakan aneka makanan dan minuman bagi para pengunjung.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.