Ssejarah The House of Raminten — The House of Raminten adalah salah satu restoran paling ikonik di Yogyakarta. Berbeda dari restoran tradisional pada umumnya, House of Raminten tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya Jawa yang menyeluruh. Mulai dari dekorasi interior, musik gamelan, pakaian karyawan, hingga konsep pelayanan, semuanya dirancang untuk membawa pengunjung merasakan suasana Jawa yang otentik namun tetap modern.
Popularitas Raminten tidak pernah pudar. Bahkan menjelang tahun 2025, tempat ini semakin ramai, baik oleh wisatawan domestik, turis asing, hingga keluarga lokal yang sengaja datang untuk menikmati nuansa Jawa klasik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Artikel ini membahas secara mendalam tentang sejarah, filosofi, dan konsep yang membentuk identitas The House of Raminten, lengkap dengan bagaimana restoran ini berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner terfavorit di Yogyakarta – Sejarah The House Of Raminten.
Awal Mula Kemunculan atau Sejarah The House of Raminten
The House of Raminten didirikan oleh almarhum Hamzah Sulaiman, seorang seniman sekaligus pemilik Mirota Batik. Sosok ini dikenal eksentrik, unik, dekat dengan dunia seni, dan memiliki kepribadian yang ramah terhadap pelanggan – Sejarah The House Of Raminten.
Nama “Raminten” sendiri diambil dari salah satu tokoh yang diperankan Hamzah dalam sebuah pertunjukan teater komedi tradisional. Tokoh Raminten digambarkan sebagai perempuan Jawa yang luwes, humoris, ramah, dan gemar membantu orang. Sifat-sifat tersebut kemudian diterjemahkan menjadi identitas restoran yang hangat, bersahabat, dan mudah dicintai banyak orang.
Dalam beberapa wawancara lama, Hamzah menyebut bahwa tujuan dibukanya Raminten adalah:
menghadirkan kuliner rumahan Jawa dalam suasana yang berbeda,
mengangkat kembali nilai budaya Jawa,
menawarkan tempat makan yang cocok untuk semua kalangan,
menciptakan ruang yang menjadi jembatan antara budaya klasik dan generasi modern.
Konsep Dasar: Tradisional Jawa, Namun Penuh Eksperimen
Salah satu daya tarik utama Raminten adalah konsep tradisional Jawa yang tidak kaku. Beberapa elemen penting yang membentuk identitas Raminten:
1. Interior khas Jawa dengan sentuhan teatrikal
lampu temaram
wewangian herbal (kayu gaharu, kemenyan, dan bunga melati)
ornamen kayu jati
patung dan arca khas Jawa
pernak-pernik budaya seperti wayang, topeng, kendi, dan gentong
Suasananya terasa seperti memasuki rumah bangsawan Jawa kuno, namun tetap terasa kasual.
2. Musik gamelan yang dimainkan sepanjang hari
Pemilihan gamelan bukan sekadar dekorasi suara. Musik gamelan menurut filosofi Jawa:
menciptakan ketenangan
menstabilkan emosi
membuat pikiran rileks
Banyak pengunjung mengatakan bahwa musik gamelan di Raminten memberikan atmosfer yang membuat mereka betah berlama-lama – Sejarah The House Of Raminten.
3. Pakaian karyawan yang khas
Pelayan mengenakan pakaian tradisional Jawa:
jarik
kebaya
surjan
Ini makin menambah kesan etnik sekaligus unik, menjadi keunggulan tersendiri di mata wisatawan – Sejarah The House Of Raminten.
4. Konsep pelayanan sabar dan santun
Tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa. Pelayanan di sini mengikuti gaya Jawa:
halus
sopan
tidak meledak-ledak

Tidak heran jika waktu penyajian kadang lebih lama, karena itu adalah bagian dari konsep “slow living” ala Jawa – Sejarah The House Of Raminten.
Raminten Dibangun Bukan untuk Meniru Tradisi Jawa, Tetapi Menghidupkannya
Filosofi pendiri Raminten bukan sekadar ingin menampilkan konsep Jawa di atas kertas. Ada misi yang lebih dalam:
mengangkat nilai budaya Jawa agar tetap dikenang,
menciptakan ruang bagi turis untuk merasakan atmosfer Jawa,
menunjukkan bahwa budaya tradisional bisa tampil modern dan komersial tanpa kehilangan esensinya.
Tidak banyak restoran tradisional yang mampu memadukan budaya dan komersialisasi secara seimbang seperti Raminten.
Di sini, pengalaman yang diutamakan bukan hanya rasa makanan, tetapi seluruh atmosfernya – Sejarah The House Of Raminten.
Rumah Makan yang Berkembang Menjadi Destinasi Wisata Kuliner
Setelah viral sekitar tahun 2007–2010, The House of Raminten menjadi magnet wisata. Tidak sekadar restoran, tetapi menjadi:
spot foto,
tujuan wisata budaya,
pilihan dinner temaram,
tempat makan favorit mahasiswa,
tempat must-visit untuk turis luar kota.
Pada akhir pekan dan musim liburan, antreannya bisa mengular hingga halaman depan – Sejarah The House Of Raminten.
Pengunjung menyebut bahwa suasana Raminten adalah:
unik,
berbeda dari restoran lainnya,
memberikan pengalaman baru,
dan cocok dijadikan pengenalan budaya Jawa.
Faktor yang Membuat Raminten Selalu Ramai
1. Konsep unik yang tidak dimiliki restoran lain di Jogja
Gabungan suasana tradisional Jawa, interior teatrikal, musik gamelan, dan wewangian khas – Sejarah The House Of Raminten.
2. Harga tetap terjangkau meski populer
Sebagian besar menu masih berada dalam harga:
8.000 – 30.000 rupiah
beberapa menu premium di atas itu, tetapi tidak terlalu mahal
Ini menjadi alasan utama restoran ini disukai mahasiswa dan keluarga – Sejarah The House Of Raminten.
3. Tempatnya luas, tetapi tetap intimate
Meskipun luas, Raminten dirancang dengan ruangan kecil bersekat yang membuat suasananya tetap hangat – Sejarah The House Of Raminten.
4. Buka 24 jam
Sebagian besar cabang Raminten (terutama pusat) buka nonstop, sehingga banyak pengunjung yang datang malam hari untuk makan santai – Sejarah The House Of Raminten.
5. Paduan budaya dan makanan
Raminten memberikan dua pengalaman sekaligus:
kuliner,
dan budaya Jawa.
Ini membuatnya berbeda dari sekadar angkringan atau rumah makan tradisional biasa.
Peran Sosial The House of Raminten
Pendiri Raminten tidak hanya membangun restoran sebagai bisnis kuliner. Hamzah Sulaiman dikenal aktif membantu masyarakat, memberi pekerjaan kepada banyak warga, dan melibatkan para difabel dalam beberapa kegiatan.
Raminten menjadi ruang terbuka yang ramah bagi berbagai kalangan. Banyak yang menyebut Raminten sebagai contoh bisnis kuliner berbasis kesenian dan empati sosial – Sejarah The House Of Raminten.
Konsep Branding yang Kuat dan Konsisten
Raminten punya branding kuat yang konsisten sejak awal:
nama yang mudah diingat
identitas kuat pada unsur Jawa klasik
desain bangunan khas
aroma khas yang sama di semua cabang
karakter pelayanan yang halus
menu tradisional tanpa modifikasi berlebihan
Branding inilah yang membuat Raminten tetap relevan hingga hari ini – Sejarah The House Of Raminten.
Evolusi Raminten Menjelang 2025
Memasuki periode 2023–2025, Raminten semakin berkembang. Beberapa fenomena yang muncul:
meningkatnya pengunjung dari luar negeri (terutama Jepang, Korea, Australia),
ramainya konten review makanan Raminten di TikTok,
mulai dijadikan lokasi liputan media nasional,
menjadi destinasi wajib bagi influencer kuliner.
Popularitasnya justru semakin kuat, bukan melemah.
Apa yang Membedakan Raminten dari Restoran Lain di Jogja?
1. Identitas budaya terasa kuat
Setiap sudut memiliki sentuhan budaya Jawa.
2. Pengalaman makan terasa “bermakna”
Tidak hanya makan, tetapi juga menyerap nuansa Jawa.
3. Perpaduan modern dan tradisional
Dekorasi klasik, tetapi pelayanan dan pengelolaan modern.
4. Konsisten dari tahun ke tahun
Tanpa banyak berubah, tetap disukai.
5. Value for money tinggi
Harga murah, pengalaman mahal.
Raminten sebagai Representasi Wisata Kuliner Yogyakarta
Hari ini, sulit menyebut kuliner Jogja tanpa menyertakan Raminten di dalamnya. Restoran ini telah menjadi simbol:
keramahan Jogja,
kreativitas pemiliknya,
kekuatan budaya lokal,
dan kekompakan suasana Jawa modern.
Bagi banyak turis, makan di Raminten seperti mengunjungi museum hidup:
budaya,
makanan,
seni,
dan pengalaman sosial.
Bisnis Berkonsep Ruang dan Perjalanan Budaya
The House of Raminten bukan sekadar restoran. Ia adalah ruang budaya yang dibangun dengan cinta terhadap tradisi Jawa.
Dari sejarah pendiriannya, filosofi pelayanan, hingga konsep interior yang kaya makna, semuanya dirancang untuk mewakili kehangatan dan kelembutan budaya Jawa. Tidak heran jika tempat ini selalu ramai setiap hari, menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi siapa pun yang datang ke Yogyakarta.
Raminten tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga perjalanan budaya. Dan itulah yang membuatnya istimewa – Sejarah The House Of Raminten.

