Surakarta atau yang lebih akrab disebut Solo adalah kota yang tidak pernah kehilangan pesonanya. Di balik gemerlap mall dan jalan protokol modern, tersembunyi puluhan kuliner tradisional yang sudah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Berbeda dengan wisata kuliner di kota-kota besar lainnya, hidangan Solo punya ciri khas tersendiri — racikan yang lebih sederhana namun kaya rasa, dengan pengaruh budaya Keraton yang kental.Menurut sejarah yang tercatat di Wikipedia, Solo merupakan salah satu kota pusaka yang mempertahankan tradisi kuliner Jawa.

Bagi traveler yang ingin menikmati authentic taste of Solo, artikel ini akan mengajak kamu menjelajahi 15 kuliner tradisional Surakarta yang wajib dicoba. Dari sarapan pagi hingga makan malam di angkringan yang legendaris, semuanya punya cerita dan sejarah tersendiri. Jika kamu juga ingin mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah lainnya, kuliner malam Yogyakarta juga punya pesona tersendiri yang wajib dikunjungi.
1. Nasi Liwet Solo — Puncak Kuliner Keraton
Nasi liwet adalah salah satu ikon kuliner Surakarta yang tidak bisa dilupakan. Berbeda dari nasi liwet di kota lain, versi Solo dimasak dengan santan dan rempah dalam kuwah (kuali) tanah liat, memberi aroma khas yang gurih nan meresap. Hidangan ini biasanya disajikan dengan ayam goreengan, telur pindang, dan sambal goreng ati. Restoran yang wajib dikunjungi adalah LC Lokal di Jalan Sudirman yang terkenal dengan nasi liwet kawahnya yang autentik.
2. Timlo Solo — Sop Daging Komplet
Timlo adalah sup tradisional Solo yang terbuat dari kaldu daging sapi yang bening. Yang membuat timlo istimewa adalah isiannya yang komplit: soun, wortel, bihun, telur pindang, dan potongan daging sapi yang empuk. Kuahnya yang hangat dan aroma sedap membuat timlo menjadi pilihan sempurna untuk sarapan di cuaca kota yang kadang sejuk.
3. Selat Solo — Daging Sapi ala Western
Walu namanya terdengar western, selat sebenarnya adalah hidangan khas Solo yang terdiri dari daging sapi yang dimasak dengan kecap manis dan rempah, disajikan dengan kentang rebus, wortel, dan telur mata sapi. Rasanya yang manis gurih membuat selat menjadi favorit anak-anak dan keluarga. Kamu bisa mencobanya di Selat Solo Mbok Gendeng yang sudah beroperasi sejak tahun 1950-an.
4. Tengkleng Gajah — Tulang Kaya Rasa
Tengkleng adalah hidangan yang dibuat dari tulang dan bagian daging sapi yang masih menempel, dimasak dengan bumbu rempah yang kaya. Di Solo, tengkleng sangat populer sebagai hidangan makan malam atau makan malam keluarga. Yang paling terkenal adalah Tengkleng Gajah di Jalan Mgr. Sugiyopranoto yang selalu ramai dikunjungi.
5. House of Raminten — Soto Ikonik
House of Raminten mungkin adalah restoran paling ikonik di Solo. Mereka menyajikan soto dengan racikan khusus yang berbeda dari soto di daerah lain. Kuahnya yang kuning kecokelatan dengan aroma lemongrass yang kuat, ditambah sempurna dengan nasi putih dan kerupuk merah. Lokasinya yang strategis di Jalan Faisal membuat traveler mudah mencapainya.
6. Angkringan Solo — Street Food Autentik
Tidak lengkap rasanya menyebut kuliner Solo tanpa menyebutkan angkringan. Gerobak pinggir jalan yang menjual nasi kucing dengan lauk-pauk sederhana ini adalah bagian penting dari budaya makan malam warga Solo. Baik di siang maupun malam hari, angkringan selalu bisa ditemukan dengan harga yang sangat terjangkau. Angkringan Mas Wahyu di dekat Sultan Palace adalah salah satu yang paling populer.
7. Bedencong — Klepon Ketan
Klepon atau bedencong adalah jajanan tradisional yang terbuat dari ketan putih yang dibalut dengan parutan kelapa muda dan gula merah cair. Rasanya yang manis dan kenyal membuat klepon menjadi cemilan favorit. Di Solo, klepon masih dibuat dengan cara tradisional dan dijual di pasar-pasar tradisional atau oleh pedagang keliling.
8. Wingko Babat — Kue Kelapa Legendaris
Wingko adalah kue tradisional yang terbuat dari kelapa parut, gula, dan santan, dipanggang dalam cetakan khusus. Di Solo, wingko memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih gurih dibanding versi dari daerah lain. Wingko St. Carolus adalah salah satu produser wingko yang paling terkenal dan sudah menjadi oleh-oleh wajib dari Solo.
9. Tahu Lhoas — Tahu Fermentasi Khas
Tahu lohas adalah tahu yang difermentasi dengan bakteri khusus, menghasilkan rasa asam yang unik. Di Solo, tahu lohas biasanya diolah menjadi menu makan malam dengan cara digoreng atau dibuat samhong. Rasanya yang berbeda dari tahu biasa membuat menu ini wajib dicoba oleh traveler yang ingin mengeksplorasi kuliner khas Solo.
10. Ganjel Rel — Kue Tradisional Ramadan
Ganjel rel adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah, berbentuk seperti roller coaster (rel). Kue ini biasanya muncul saat bulan Ramadan dan menjadi favorit untuk hidangan berbuka puasa. Sekarang, ganjel rel bisa ditemukan sepanjang tahun di beberapa pasar tradisional Solo.
11. Kopi Luwak Lokal — Kopi Premium Solo
Solo memiliki scene kopi yang berkembang pesat. Selain kedai kopi modern, kota ini juga punya kopi luwak lokal yang berkualitas. Kopi Kita di Jalan Brigjen Sudiarto menawarkan berbagai jenis kopi lokal termasuk luwak yang diproses secara tradisional.
12. Soto Kwali — Soto dengan Desain Tradisional
Soto kwali adalah varian soto Solo yang disajikan dalam mangkuk tanah liat (kwali) yang memberikan aroma tersendiri. Kuahnya yang kaya rempah dengan daging sapi yang empuk membuat hidangan ini sangat populer. Soto Kwali H. M. Sajani di Jalan Ahmad Yani adalah salah satu yang terbaik.
13. Roti Buaya — Kue Pengantin Tradisional
Roti buaya adalah roti manis yang berbentuk seperti buaya, biasanya disajikan dalam acara pernikahan tradisional Jawa. Sekarang, roti ini juga bisa ditemukan di bakery tradisional Solo dan menjadi oleh-oleh yang unik.
14. Dawet — Minuman Segar Tradisional
Dawet adalah minuman tradisional yang terbuat dari cendol, santan, dan sirup gula merah. Minuman ini sangat menyegarkan dan cocok diminum saat cuaca panas. Dawet Ayyu yang berlokasi di Jalan Tegalsari adalah salah satu yang paling terkenal.
15. Es Gempol Pleret — Minuman Khas Ramadan
Es gempol pleret adalah minuman tradisional yang terbuat dari bulatan kecil (gempol) yang kenyal, dicampur dengan santan dan sirup. Minuman ini identik dengan bulan Ramadan namun sekarang bisa dinikmati sepanjang tahun di beberapa tempat.
Demikianlah daftar 15 kuliner tradisional Surakarta yang wajib kamu coba saat mengunjungi kota ini. Dari hidangan utama hingga jajanan tradisional, Solo punya kekayaan kuliner yang tak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia. Jangan lupa untuk mengeksplorasi juga kuliner Pekalongan yang juga punya keunikan tersendiri dalam tradisi kuliner Jawa Tengah.
