Foto by instagram.com/pacetokikasar/

Mengenal Koteka, Kostum Tradisional Asli Papua yang Terancam Punah

Diposting pada

Apa Itu Koteka?

Nusantara kita ini memang terkenal sekali dengan keberagamannya. Seperti yang kamu tahu, menurut data sensus BPS tahun 2010 Indonesia memiliki lebih dari 1.340 suku bangsa, dimana masing-masingnya memiliki ciri khasnya tersendiri.

Beda suku bangsa maka berbeda pula pakaian tradisional, adat, rumah hingga bahasanya. Sayangnya saat ini hanya beberapa wilayah atau kepulauan saja yang masih kental mempertahankan warisan budaya dan adat nenek moyang.

Foto by infobudayaindonesia.com

Papua adalah salah satu kawasan yang masih sangat kental dengan adat dan budayanya. Salah satu adat atau warisan Papua yang masih dipertahankan sampai saat ini adalah Koteka. Buat kamu yang belom tau, koteka adalah pakaian tradisional Papua.

Fungsi dari koteka sendiri merupakan sebagai pakaian penutup kemaluan laki-laki yang menjadi budaya turun temurun asli dari Pulau Papua. Koteka sendiri terbuat dari kulit labu air atau yang memiliki nama ilmiah Lagenaria Siceraria.

Foto by genpi.co

Sayangnya, saat ini Koteka semakin kurang populer dipakai untuk dipakai sehari-hari. Hanya suku-suku pedalaman yang masih tetap mempertahankan penggunaan kostum tradisional ini. Meskipun sudah jarang dipakai di muka umum, namun Koteka masih tetap diperjualbelikan sebagai oleh-oleh atau cinderamata.

Saat ini pakaian tradisional khas Kepulauan Papua ini bukan hanya terbuat dari labu, namun sudah banyak digantikan menggunakan bahan lain yang terbuat dari kulit kayu guna menutupi alat kelaminnya.

Sekarang Koteka hanya digunakan pada saat Festival Budaya Lembah Baliem. Atraksi atau festival ini banyak diincar oleh para turis. Keunikan acara adat ini yang menjadi salah satu daya tarik mengapa banyak turis suka menonton Festival Budaya Lembah Baliem ini.

Asal Usul Koteka

Foto by metrojambi.com

Koteka pertama kali digunakan oleh Suku Dani yang berada di Lembah Baliem. Bahan pembuatan koteka ini menggunakan buah labu. Tanaman labu sendiri ditanam di lahan perkebunan atau pekarangan honai. Menariknya, hanya laki-laku yang hanya diperbolehkan menanam, merawat dan memanen buah labu ini.

Tanaman labu ini termasuk tumbuhan organik, karena dibiarkan merambat pada sandaran kayu yang menjulang tinggi setinggi tiga meter. Cara membuat koteka cukup mudah yaitu dengan memotong buah labu yang sudah tua lalu dipotong bagian ujungnya.

Foto by pesona.travel

Supaya lebih mudah dalam mengeluarkan isinya, biasanya buah labu tersebut dibakar terlebih dahulu dalam perapian. Kemudian buah labu yang sudah dibersihkan dari isinya kemudian dikeringkan diatas perapian lagi.

Bagian ujung labu yang sudah kering dilubangi memakai tulang kuskus atau babi tajam. Lubang tersebut akan digunakan untuk pengikat tali pinggang. Setelah dilengkapi tali ikat pinggang dan diberi sedikit hiasan barulah koteka ini bisa dipakai.

Ukuran dan bentuk koteka tidak berkaitan dengan status dari si pemaikanya. Biasanya ukuran Koteka tersebut berkaitan dengan aktivitas dari pemakainya, apakah upacara atau bekerja. Masing-masing suku memiliki cara tersendiri dalam menggunakan koteka.

Secara tradisional, beberapa suku yang masih memakai koteka sebagai pakaian sehari-hari diantaranya ada Suku Lani, Suku Dani, Suku Yali, Suku Amungme dan Suku Mee. Suku Dani yang merupakan salah satu suku di Pegunungan Jayawijaya menyebut Koteka sebagai holim atau horim, sedangkan Suku Mee menyebutnya Bobbee dan Sanok sebutan dari Suku Amungme.

Foto by instagram.com/edoborne/

Suku Yali, biasanya menyukai koteka yang berbentuk panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya memakai dua labu. Ciri-ciri Koteka yang digunakan untuk bekerja berukuran pendek. Sedangkan untuk upacara adat, ukuran koteknya panjang yang ditambah dengan hiasan-hiasan lain.

Lain halnya dengan Suku Marind, jika wamena menggunakan bahan labu untuk kotekanya, mereka lebih memilih memakai tempurung kelapa sebagai penutup alat kelaminnya. Hal tersebut dikarenakan di kawasan pesisir cukup sulit untuk menemukan labu.

Pegunungan Wamena juga menjadi salah satu kawasan dimana kamu bisa menemukan masyarakat sekitar masih menggunakan koteka. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini dan ingin berfoto dengan penggunanya maka harus membayar beberapa puluh ribu rupiah terlebih dahulu.

Simbol Kedewasaan

Foto by travel.tribunnews.com

Bagi sebagian orang, bentuk Koteka mungkin terlihat unik namun tak sedikit juga yang enggan untuk memakainya. Namun perlu diketahui bahwa Koteka merupakan salah satu simbol kedewasaan pria dewasa di Papua, lho.

Kata koteka sendiri sebenarnya diambil dari kata Ekari atau Ekagi yang diambil dari bahasa Suku Paniani merujuk atau berarti sebagai sebuah pakaian. Dalam adat masyarakat Papua, koteka digunakan oleh pria Papua sebagai penutup alat kelamin yang sekaligus menjadi simbol kedewasaan.

Selain berfungsi sebagai alat penutup kelamin serta simbol kedewasaan, ternyata Koteka masih punya manfaat lainnya lho yaitu berguna sebagai tempat menyimpan uang para pemakainya. Biasanya para pemakai melapisi kelaminnya menggunakan daun, lalu uangnya ditaruh di ruang yang tersisa di dalam koteka tersebut.

Penanda Suku Asal

Foto by instagram.com/sugianto.shu/

Menurut penduduk asli Papua, koteka bukanlah hanya sekadar pakaian tradisional namun lebih dari itu. Koteka memiliki makna lebih mendalam salah satunya yaitu sebagai penanda asal suku dari si pemakainya.

Hal tersebut disebabkan masing-masing suku pedalaman di Papua mempunyai cara dan bentuk penggunaan kotekanya sendiri-sendiri. Masing-masing suku memiliki ciri khas kotekanya, sehingga tidak akan bisa ditemui di suku lain.

Selain berfungsi sebagai penanda suku asal, koteka juga berperan sebagai pengenal aktivitas dari si pemakainya. Beda aktvitas tentu bentuk kotekanya juga tentu berbeda pula, sehingga kita bisa mengenali kegiatannya hanya dari bentuk dari kotekanya.

Cinderamata Khas Papua

Foto by instagram.com/pacetokikasar/

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini koteka semakin jarang ditemui dan dipakai oleh orang Papua. Seriring berkembangnya jaman, pakaian yang digunakan oleh masyarakat Papua sudah merujuk ke baju-baju modern layaknya seperti di pulau atau kota lain.

Meskipun terancam punah, namun Koteka masih tetap bisa ditemukan di Papua bahkan banyak dijadikan sebagai souvenir atau cinderamata. Koteka yang dijadikan sebagai oleh-oleh biasanya adalah replikanya. Jangan salah, peminat souvenir koteka ini cukup banyak lho, apalagi wisman atau wisatawan mancanegara.

Foto by instagram.com/roisetaban/

Buat kamu yang tertarik untuk menjadikan koteka sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Kepulauan Papua maka siapkanlah kocek mulai dari puluhan hingga ratusan ribu tergantung model serta ukurannya. Kamu bisa gunakan koteka ini sebagai hiasan dinding supaya dapat mengobati kerinduanmu pada Papua dan membuat ruangan terlihat lebih aesthetic.

Jika kamu suka dengan sesuatu yang unik, sepertinya menjadikan koteka sebagai salah satu souvenir khas Papua merupakan keputusan tepat. Kamu bisa mengoleksi berbagai macam jenis dan bentuk koteka dari suku yang berbeda-beda.

Papua merupakan bagian Indonesia Timur yang banyak menyimapn kearifan budaya lokal serta terkenal juga dengan keindahan alamnya yang sangat menarik untuk dikunjungi. Baik pegunungan, daratan maupun lautan yang ada di Tanah Indonesia Timur sepertinya tidak akan pernah bosan untuk di explore.

instagram.com/rw09utankayuselatan/

Beberapa destinasi wisata unggulan yang ada di Papua dan sering dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara diantaranya ada Raja Ampat, Pulau Biak, Danau Sentani, Taman Nasional Lorentz, Lembah Baliem dan masih banyak lagi lainnya.

Eksotisme tanah Papua memang memiliki keistimewaan tersendiri sehingga layak menjadi salah satu destinasi favorit di Indonesia. Sebelum menonton tradisi atau berbelanja oleh-oleh koteka ada baiknya jika kamu mengawali kunjunganmu ke Papua dengan berwisata ke tempat-tempat kece diatas.

Tunggu apalagi? Buruan atur agenda kunjunganmu ke Papua bersama keluarga, sahabat ataupun pasanganmu yuk! Ukir momen serta pengalaman liburan yang seru dengan menjamah surga tersembunyi di Indonesia Timur.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

One thought on “Mengenal Koteka, Kostum Tradisional Asli Papua yang Terancam Punah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.