foto by instagram.com/instajalurpalembang

Monumen Perjuangan Rakyat Monpera

Diposting pada

Lokasi: Jl. Merdeka No.1, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30113
Map: Klik Disini
Buka Tutup: Selasa-Minggu pukul 08.00 WIB – 15.30 WIB
HTM: Rp. 1.000 Sampai Rp. 20.000
Telepon:-

Kemerdekaan tidak lepas dari jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk tanah air ini. Setiap kemakmuran saat ini mengalir darah dari seorang pahlawan. Lantas bagaimana kita berterimakasih atas jasa pengorbanannya?

Dengan melanjutkan kemerdekaan dan mewujudkan makna dari kemerdekaan itu sendiri. Demikian adalah hakikat dari para pemuda tanah air untuk menggapai cita-cita para pahlawan.

foto by instagram.com/moh.nursybn27

Contoh cara mengenang jasa para pahlawan dapat dengan menggunakan namanya sebagai nama jalan, museum peninggalan dan juga patung atau monumen sebagai asal usul tanda untuk mengabadikan perjuangannya. Disetiap daerah pasti memiliki legenda, misteri dan pahlawan dari daerahnya masing-masing.

Di Indonesia terdapat beberapa Monumen Perjuangan Rakyat yang berada di kota tertentu. MONPERA yang terkenal diantaranya berada di Balikpapan, Bandung dan Palembang.

Selain itu terdapat pula Pantai MONPERA yang berada di kaltim Monumen ini memiliki arti masing-masing dalam daerahnya untuk mengenang perjuangan pemberontakan melawan penjajah. Kali ini saya akan membahas tentang Monumen Perjuangan Rakyat yang berada di Palembang.

Pengertian Monpera

Tak sedikit orang yang mengeja monpera sebagai menpora, hal ini memang kata-katanya yang sangat mirip. Namun ini memiliki arti masing-masing. MONPERA singkatan dari Monumen Perjuangan Rakyat adalah tugu peringatan yang dibangun untuk mengenang suatu peristiwa bersejarah.

foto by instagram.com/palembanginfo

MONPERA di Palembang dibangun bertujuan untuk mengenang pergerakan rakyat saat perang selama lima hari lima malam melawan penjajah Belanda. MONPERA juga difungsikan sebagai museum penyimpanan benda bersejarah tentang perlawanan rakyat Palembang.

Gedung MONPERA berdiri sejak 17 Agustus 1975, namun baru diresmikan pada tanggal 23 Februari 1988 oleh Menkokesra Alamsyah Ratu Perwira Negara. Arsitek mendesain bentuk dari MONPERA bukan hanya sebagai unsur estetik, melainkan setiap bentuknya memiliki makna tersendiri.

Karakteristik

MONPERA Palembang memiliki ciri khas berbentuk seperti bunga melati berkelopak lima. Melati sebagai simbol kemurnian dari perjuangan rakyat palembang melawan penjajah, dengan lima kelopak yang menyimbolkan peperangan 5 hari lima malam.

Bangunan ini berdiri setinggi 17 meter, 8 lantai dan 45 bidang jalur merupakan simbolis kemerdekaan Indonesia.

foto by instagram.com/foodgets

Tidak cukup itu saja, terdapat tiga beton yang dibangun menanjak ke atas dengan tiap tiga beton dibangun tiga jalur sehingga keseluruhan berjumlah sembilan yang melambangkan “Batanghari Sembilan” yaitu jumlah anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi.

Di sisi kiri dan kanan gedung terdapat relief sebagai miniatur yang menggambarkan perjuangan dan penderitaan rakyat Palembang saat masa penjajahan dan peperangan lima hari lima malam.

Sejarah Singkat

Tidak lama setelah indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, tentara sekutu datang bersama pasukan Belanda (NICA) mendarat di beberapa wilayah Indonesia, salah satu darinya berada di Palembang. Belanda datang ke Kota Palembang pada tanggal 12 Oktober 1945.

Awalnya mereka masih dianggap sebagai tamu oleh rakyat Palembang, dan hanya diizinkan untuk tinggal di wilayah Talang Semut. Namun, ternyata pasukan Belanda masih memiliki niat untuk memperluas kekuasaan.

foto by instagram.com/teuku_m_awankkhairulabadi

Saat Belanda terlihat gerak gerik mencurigakan Tentara Indonesia mencoba berunding dan akhirnya mengangkat senjata untuk melawan pasukan Belanda.

Pasukan sekutu mencapai sekitar 2 batalyon pada bulan Maret 1946. sehingga posisi Belanda semakin kuat di Palembang hingga pada akhirnya sekutu menyerahkan kedudukannya kepada Belanda pada Bulan Oktober.

Semenjak kuatnya Posisi Belanda di Palembang membuat keributan dan kontak senjata sering terjadi. Puncaknya pada tanggal 1 Januari 1947 perang besar terjadi antara Belanda dengan Tentara Republik Indonesia bersama rakyat Palembang.

foto by instagram.com/uuljihadan

Perang berlangsung selama lima hari lima malam hingga mengakibatkan seperlima Kota Palembang Hancur. Dalam perang, Belanda tidak hanya menggunakan kekuatan darat namun dengan pasukan laut dan udara.

Namun semangat perjuangan tentara dan rakyat Palembang berhasil memukul mundur pasukan Belanda. Bagi anda yang penasaran atau ingin tahu lebih mendetail tentang sejarah, anda dapat mencari buku, artikel, makalah ataupun di wikipedia.

Wisata Edukasi

Seperti pidato dari Ir. Soekarno ”a great country is a country that respects the services of its heroes” yaitu “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. Kalimat ini menjadikan dorongan untuk mengajari dan memberi pengertian kepada generasi muda pentingnya menghargai pahlawan.

MONPERA dijadikan sebagai objek wisata untuk mengenalkan sejarah-sejarah perjuangan pahlawan. Setiap lantai di MONPERA Palembang terdapat koleksi-koleksi khusus, mari kita bedah satu persatu.

foto by instagram.com/susilo3435

Pada lantai pertama terdapat foto-foto pada masa perjuangan, ruang penitipan dan juga beberapa buku sejarah. Pengunjung dapat membaca buku yang berisikan penjelasan tentang masa perjuangan.

Di lantai dua terdapat foto dan pakaian para pahlawan dan juga koleksi mata uang sejak tahun 1945. Naik ke lantai tiga, terdapat tiga patung pahlawan yaitu drg. M Isa, Residen Abdul Rozak, dan dr. A.K. Gani. Patung setengah badan itu terbuat dari perunggu.

foto by instagram.com/pariwisata.palembang

Naik lagi ke lantai empat, akan nampak senjata pelontar bom dan ranjau. Di lantai lima ada patung setengah badan pahlawan lainnya yaitu Kolonel H. Barlian, Brigjen TNI H. Hasan Kasim dan Mayjen TNI H. Bambang Utoyo.

Selanjutnya di lantai enam terdapat beberapa lukisan masa perjuangan. Lantai tujuh digunakan sebagai tempat penyimpanan buku- buku sejarah dan isi dari lantai 8 yaitu lukisan- lukisan dan foto pahlawan

foto by instagram.com/bhoominusantara/

Di area monumen terdapat taman terbuka yang biasa digunakan untuk berfoto para pengunjungnya. Selain itu juga berdekatan dengan tempat wisata lainnya seperti Museum Sultan Mahmud Badaruddin dan juga.

Selain itu letak MONPERA juga bersebelahan dengan Masjid Agung Palembang. Bagi anda yang berlibur cukup lama di Palembang anda bisa mengunjungi danau Ranau.

foto by instagram.com/bhoominusantara/

Alamat Dimana

Monumen Perjuangan Rakyat Palembang terletak di Jl. Merdeka No.1, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Apabila anda sedang berada di Palembang dapat menuju kesana menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum.

MONPERA dapat dikunjungi pada hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00 – 15.30 WIB. MONPERA ditutup pada hari Senini dan Hari Libur Nasional.

Harga Tiket Masuk

Biaya masuk ke MONPERA Palembang terdiri dari berbagai macam kriteria diantaranya :

Pelajar : Rp. 1.000/orang.

Mahasiswa : Rp. 2.000/orang.

Wisatawan lokal : Rp. 5.000/orang.

Wisatawan mancanegara : Rp. 20.000/orang.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.