gambar by agoda.com

10 Rincian Biaya Hidup di Bali, Apakah Mahal?

Diposting pada

Pulau Bali adalah salah satu tujuan wisata yang paling terkenal di kalangan wisatawan nusantara dan internasional. Selain memiliki berbagai tempat wisata alam, budaya, sejarah, Bali juga merupakan rumah bagi hotel, resort, dan restoran pinggir pantai favorit para turis.

Hal ini membuat banyak orang berpikir bahwa tinggal di Bali itu sangat nyaman karena bisa bekerja sekaligus berlibur. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang merantau ke Bali untuk bekerja sekaligus menetap.

Tidak hanya itu, banyak mahasiswa yang merantau juga karena Bali merupakan rumah bagi beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Udayana, STP Bali Nusa Dua, dan Bali International Flight Academy (BIFA).

Namun, banyak yang berpikir bahwa biaya hidup di Bali itu mahal karena merupakan kawasan wisata. Nah, sebenarnya berapa sih biaya hidup di Bali per bulan tahun 2020? Yuk, kita simak dulu rinciannya.

1. Tempat Tinggal

Tentu saja, hal paling utama yang harus kalian pikirkan ketika akan merantau ke Bali adalah tempat tinggal. Biaya untuk akomodasi di Bali sangat bervariasi tergantung lokasi, jenis, luas, dan fasilitas yang disediakan.

Biaya tempat tinggal akan lebih murah di daerah seperti Denpasar dan Singaraja daripada di kawasan wisata seperti Kuta, Sanur, Seminyak, dan Canggu, bahkan hingga setengah harga lho.

Sebagai contoh, villa dengan kolam renang dan fasilitas lengkap di daerah Sanur mencapai Rp. 8.000.000 per bulan, sementara di Denpasar hanya sebesar Rp. 5.000.000 lho!

Sementara itu, di daerah Desa Batubulan, Ubud, Kabupaten Gianyar, harga sewa kost dengan fasilitas lengkap, termasuk kamar mandi dalam berkisar dari Rp. 800.000 hingga 1.000.000 per bulan.

Pilihan untuk akomodasi di Bali untuk para perantau adalah kost, villa, atau rumah kontrakan. Sekadar informasi, di Bali tidak ada gedung apartemen yang tinggi seperti di kota-kota besar lainnya, jadi pilihannya cukup terbatas.

Untuk sewa kamar tanpa perabotan alias kosong, setidaknya diperlukan minimal sebesar Rp. 400.000 per bulan. Sementara itu, akomodasi paling mahal bisa mencapai Rp. 12.000.000 per bulan dengan fasilitas seperti apartemen di daerah wisata.

Rata-rata, harga sewa kost di daerah Denpasar dengan fasilitas lengkap, termasuk kamar mandi dalam dan wifi, berkisar dari Rp. 1.000.000 hingga 2.000.000 per bulan. Untuk kost elit dengan kolam renang, bisa mencapai Rp. 4.000.000 sebulan!

Buat para perantau yang ingin menetap dalam waktu lama, membawa keluarga, atau tinggal bersama teman-teman, sewa rumah bisa menjadi pilihan yang tepat karena tempatnya lebih luas dan harganya bisa dibagi rata.

2. Tagihan Utilitas

Dengan memiliki atau menyewa sebuah tempat tinggal, tentunya tagihan utilitas menjadi pengeluaran lain yang tidak bisa dihindari setiap bulan. Jumlahnya tergantung dari pemakaian dan fasilitas yang ada di tempat tinggal kalian.

Biaya listrik akan meningkat jika kalian memiliki banyak peralatan elektronik, terutama kolam renang. Kabarnya, jika kalian menyewa villa dengan kolam renang, biaya listrik bisa mencapai Rp. 2.000.000 per bulan lho!

Beberapa kost sudah memasukkan tagihan utilitas ke dalam biaya sewa per bulan, jadi kalian tidak perlu membayar terpisah. Namun, bagi kalian yang sewa rumah kontrakan, biaya utilitas dan kebersihan harus dibayar secara terpisah setiap bulan.

3. Makan dan Minum

Kebutuhan pokok lain yang tidak kalah penting untuk bertahan hidup adalah makan dan minum. Biaya untuk makan setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung gaya hidup. Tentunya, pilihan termurah adalah dengan memasak sendiri.

Untuk makan di luar, minimal kalian akan menghabiskan sebanyak Rp. 25.000 per hari di tempat-tempat makan yang standar. Sementara itu, jika kalian masak sendiri, pengeluaran bisa hanya Rp. 15.000 per hari lho!

4. Biaya Transportasi

Untuk menunjang mobilitas dalam kegiatan sehari-hari sebagai seorang anak rantau, tentunya kalian akan memerlukan transportasi. Ada dua pilihan, yaitu menggunakan transportasi umum atau pribadi.

Sekadar informasi, pilihan untuk transportasi umum di Bali tidak begitu banyak, hanya ada kendaraan online, atau taksi konvensional. Bus dan angkutan kota hanya lewat di daerah Denpasar saja. Beberapa tempat wisata bahkan melarang ojek online masuk lho!

Oleh karena itu, jika kalian pekerja atau mahasiswa dengan tingkat mobilitas yang tinggi, sangat disarankan untuk memiliki kendaraan pribadi, minimal motor. Tidak harus memiliki, sewa juga bisa kok!

Untuk sewa motor sekelas Vario matic dan Scoopy, kisaran harganya adalah Rp. 600.000 hingga 700.000 selama satu bulan, belum termasuk bensin. Sementara itu, harga sewa motor seperti Nmax bisa mencapai Rp. 1.300.000 hingga 1.500.000.

5. Komunikasi

Agar tetap bisa terhubung dengan keluarga dan teman-teman di kampung halaman, tentunya kalian juga perlu biaya untuk paket data buat ponsel. Biaya untuk hal ini juga tergantung dari provider, kisarannya sekitar Rp. 50.000 hingga 100.000 per bulan.

Namun, biaya paket data juga bisa ditekan dengan cara memanfaatkan penggunaan wifi di berbagai tempat umum, bahkan di kost. Jika kalian ingin langganan wifi buat di rumah, biayanya berkisar dari Rp. 400.000 hingga 650.000 per bulan.

6. Keperluan Kuliah

Bagi para mahasiswa aktif, kalian perlu membayar uang semesteran untuk kuliah. Biaya untuk pendidikan setiap orang juga berbeda-beda, tergantung universitas, program studi, dan jumlah SKS yang diambil.

Di luar biaya kuliah, kalian juga memerlukan uang untuk keperluan sehari-hari yang berhubungan dengan kampus seperti fotokopi dan print. Setidaknya, kalian perlu menyisihkan sebesar Rp. 20.000 hingga 30.000 per bulan.

Buat biaya buku, setiap orang akan berbeda-beda dan sebenarnya bisa ditekan dengan membeli buku bekas atau meminjam dari perpustakaan.

7. Belanja Bulanan

Sebagai seorang anak rantau, kalian juga perlu belanja berbagai kebutuhan pokok seperti bahan-bahan masak, persediaan camilan dan makanan instan, serta aneka perlengkapan kebersihan.

Budget untuk setiap orang bisa berbeda-beda, begitupun dengan sistem belanja. Untuk persediaan makan selama seminggu, setidaknya kalian memerlukan Rp. 300.000 hingga 400.000 jika belanja di pasar tradisional.

Sementara itu, jika kalian ingin belanja di supermarket, kabarnya pengeluaran bisa mencapai Rp. 4.000.000 per bulan!

8. Hiburan dan Rekreasi

Untuk melepas penat dari kegiatan sehari-hari sebagai seorang anak rantau, sebagian besar dari kalian pasti membutuhkan hiburan dan rekreasi. Biaya untuk hal ini juga berbeda-beda, tergantung dari gaya hidup setiap orang.

Bali memiliki banyak tempat wisata yang bisa dieksplor saat waktu luang kalian, terutama di daerah Tabanan, Badung, Gianyar, dan beberapa tempat di Bali Selatan. Buat traveling, setidaknya kalian memerlukan Rp. 4.000.000 per bulan.

Selain traveling, Bali juga memiliki mall dan café atau restoran untuk nongkrong saat akhir pekan. Nah, tentunya tempat-tempat yang terletak di daerah wisata akan lebih mahal ya!

Jika kalian ingin nongkrong versi murah, setidaknya diperlukan sebesar Rp. 100.000 hingga 500.000 per bulan!

9. Biaya Tak Terduga

Sebagai upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit, kalian perlu tabungan darurat. Tidak ada angka yang mutlak untuk ini, namun setidaknya sisihkan sebagian dari gaji atau uang saku bulanan kalian ya.

10. Total dan Kesimpulan

Jadi, jumlah minimal uang yang diperlukan untuk biaya hidup di Bali adalah Rp. 4.720.000 per bulan. Buat kalian yang sering dengar cerita dari kaskus atau media sosial lain bahwa biaya hidup di Bali sangat mahal, sekarang sudah tau rinciannya ya!

Nah, apabila dibandingkan Jakarta vs Bali, apakah ini murah?

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.