foto by heliafitrah.wordpress.com

Makam Syiah Kuala

Diposting pada

Lokasi: Gp. Deah Raya, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh
Map: Klik Disini
Buka Tutup: 08.00-18.00

Makam Syiah Kuala Banda Aceh merupakan destinasi wisata religi yang wajib kamu kunjungi saat berkunjung ke kota Banda Aceh. Makam ini tetap berdiri kokoh walaupun Aceh pada tahun 2004 silam pernah tersapu gelombang dahsyat tsunami.

Setelah peristiwa tersebut, tentulah muncul kisah mistik tersendiri. Karena hampir semua bangunan megah saja hancur berkeping-keping. Tapi, Makam Syiah Kuala dan Masjid Raya Baiturrahman masih bagus, bahkan dapat digunakan untuk beribadah.

Kalau melihat Aceh yang sekarang, sungguh tak menyangka. Tahun 2004 silam begitu banyak kehancuran disana, tapi sekarang sudah mulai bangkit serta mempunyai banyak destinasi wisata yang memukau.

foto by langsaacehdarussalam.blogspot.com

Salah satunya adalah objek wisata religi ini, memang bukan wisata alam, tapi menarik untuk dikunjungi. Dengan mengunjunginya, kamu bisa menambah nilai religi dan keimanan pada Tuhan. Berikut gambaran dan ulasan mengenai Makam Syiah Kuala Banda Aceh!

Sekilas Tentang

Makan Syiah Kuala Aceh adalah makam dari Abdulrauf bin Ali Alfansuri, seorang ulama sangat masyhur di Aceh kala itu. Ulama ini juga dikenal dengan nama Teungku Syiah Kuala.

foto by gampong.org

Beliau merupakan ulama berkharisma dan sangat berpengaruh dalam penyebaran agama islam di pulau Sumatera dan Nusantara. Untuk mengenang jasa dan karyanya, nama sebutannya diabadikan sebagai nama perguruan tinggi terpopuler di Banda Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala.

Daya Tarik

Setiap hari makam Syiah Kuala ramai dikunjungi, sekitar ratusan penduduk setiap harinya memadati kawasannya. Baik untuk melihat-lihat maupun ingin berziarah, zikir dan doa. Kamu bisa langsung ke gedung yang terbuat dari beton, dimana bagian depannya terpasang jeruji besi.

foto by aneukgeureugok.blogspot.com

Disitulah nampak dengan jelas Makam Syiah Kuala beserta beberapa makam lain. Pada bagian depan gedung, ada pamflet yang bertuliskan kisah sejarah makam. Mulai dari tanggal lagir, tanggal wafat sampai jabatannya pada masa Kerajaan Aceh Darussalam saat dipimpin oleh para ratu.

Pada masa itu, ada 4 ratu Syiah Kuala sebagai Kadhi Malikul Adil. Di bagian samping gedung, terdapat tempat dengan bak air wudu sebelum masuk ke area makam. Tempat wudhu pria dan wanita dipisahkan dengan 3 papan dan masing-masing terbuat dari beton.

foto by antarafoto.com

Tidak hanya untuk wudhu saja, tapi bak tersebut juga digunakan untuk mencuci muka para peziarah. Dengan mencuci muka menggunakan air di bak itu, peziarah berharap memperoleh berkah Allah SWT.

Walaupun pengelola sudah mengingatkan air ini sama atau banyak di tempat-tempat lain, namun pengunjung tetap saja menjadikannya spesial. Kalaupun terjadi kesembuhan penyakit, itu bukan karena airnya, tapi anugerah dari Allah SWT semata.

Di depan ruangan dekat pintu masuk, ada papan bertuliskan pengumuman untuk semua pengunjung agar memakai pakaian muslim dan muslimah. Selain itu, juga ada kertas yang berisi larangan memotret area dalam makam.

foto by edratna.wordpress.com

Larangan tersebut bukan tanpa alasan, pengelola khawatir foto atau gambar tentang makam disalahgunakan untuk perbuatan musyrik atau semacamnya. Namun, pengelola akan memberikan ijin memotret jika pengunjung menjelaskan keperluannya.

Tak jauh dari ruangan utama, ada ruang terpisah dan disana merupakan posko atau tempat para peziarah mengatakan pada penjaga bahwa mereka akan membayarkan nazar. Misalnya nazar seperti memotong sapi atau kambing dan sebagainya.

Nanti penjaga akan mengarahkan peziarah untuk melaksanakan nazarnya. Setelah berkunjung ke Makam Syiah Kuala, kamu pun harus mampir ke area pantai Syiah Kuala yang letaknya 200 meter dari makam.

foto by merdeka.com

Pantai itu memiliki pemandangan eksotis dan benar-benar masih asri. Banyak pula pengunjungnya, kamu bisa bermain-main air atau pasir ketika berada disana.

Yang Bisa Dilakukan

Pertama kali tiba, kamu akan melihat para pengunjung yang berasal dari beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia serta Timur Tengah. Sebelum mengamati seluruh kawasan destinasi wisata religi ini, langsunglah menuju makam atau ruangan pertama.

foto by kesbangpol.bandaacehkota.go.id

Sebelum itu ambil wudhu terlebih dahulu, persiapkan yasin atau sebagainya. Kemudian, bacakan doa dengan khusuk seperti ziarah kubur seperti biasanya. Namun, jika kamu memiliki nazar datang dulu ke tempat penjaga, katakan nazar kamu baru berdoa.

Setelah selesai berdoa, mampirlah ke bangunan terbuka. Duduk-duduk dan istirahat sejenak, menikmati semilirnya angin dan nuansa alam sekitar. Jangan sampai ketiduran, karena kamu harus melanjutkan wisata ke pantainya.

foto by helloacehku.com

Selepas beristirahat, kamu dapat menuju Pantai Syiah Kuala. Menyaksikan hamparan pasir yang sangat luas dan laut biru nan jernih. Alihkan perhatian ke area bebatuan, berjalan menyusurinya bisa membuat kamu melihat pemandangan pantai sepenuhnya.

Jangan lupa membawa kamera untuk mengambil foto, abadikan setiap momen maupun aktivitas kamu selama disana. Sehingga, kenangan-kenangan indah bisa kamu bawa pulang.

Fasilitas Yang Ada

foto by m.tribunnews.com

Di objek wisata religi ini terdapat fasilitas cukup lengkap. Ada area parkir kendaraan yang luas, masjid, toilet, tempat wudhu, tempat istirahat dan beberapa fasilitas lain.

Letak Dimana

Alamat Makam Syiah Kuala di Gp. Deah Raya, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Jaraknya hanya 2 km dari pusa kota Banda Aceh, bisa ditempuh dengan becak. Ongkos becak biasanya Rp 20 ribu. Tempat wisata spiritual ini buka setiap hari pada jam 08.00 – 18.00.

Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes!

Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Usaha Rental atau Travel yg ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.